NASIONAL
Asap Karhutla Tak Kunjung Padam, Mahasiswa UGM Surati Bos ASEAN
AKTUALITAS.ID – Serikat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (SEMA UGM) melayangkan surat terbuka kepada Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, terkait krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus melanda sejumlah wilayah Indonesia dan memicu dampak asap lintas batas negara.
Surat yang ditandatangani Ketua SEMA UGM, Mesa Syafitra, itu dikirim di tengah memburuknya situasi karhutla di Kalimantan, Sumatera, dan Papua yang disebut telah berlangsung berbulan-bulan tanpa penyelesaian yang memadai.
Dalam keterangannya, SEMA UGM menilai bencana asap telah mengganggu berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan anak-anak hingga kesehatan warga yang terpapar polusi udara dalam waktu lama.
“Bahkan, masyarakat Kalimantan Barat telah menempuh gugatan perwakilan kelompok terhadap Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan sejumlah pejabat terkait atas dugaan kelalaian dalam mencegah serta menangani karhutla,” tulis Mesa.
Menurut SEMA UGM, pemerintah hingga kini belum menetapkan karhutla sebagai bencana nasional meski dampaknya telah dirasakan secara luas. Mereka juga menyoroti tawaran bantuan pemadaman dari Malaysia dan Singapura yang disebut tidak dibahas dalam rapat bersama Presiden pada 12 Oktober 2026.
“Bagi kami, persoalannya bukan apakah pemerintah ingin terlihat mampu, melainkan apakah seluruh sumber daya yang tersedia telah digunakan untuk menyelamatkan rakyat,” tegas SEMA UGM.
Melalui surat tersebut, organisasi mahasiswa itu mendesak ASEAN untuk mengambil langkah yang lebih konkret dibanding sekadar menyampaikan keprihatinan diplomatik.
SEMA UGM meminta ASEAN melakukan penilaian independen dan terbuka terkait kepatuhan Indonesia terhadap ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution atau Persetujuan ASEAN tentang Pencemaran Asap Lintas Batas.
Selain itu, mereka juga mendesak ASEAN mendorong pemerintah Indonesia menetapkan status bencana nasional untuk karhutla serta membuka pintu terhadap bantuan regional guna mempercepat pengendalian kebakaran.
Tak hanya itu, ASEAN juga diminta menunjukkan solidaritas kepada masyarakat yang terdampak langsung oleh asap, para relawan pemadam kebakaran, aktivis lingkungan, hingga warga yang menempuh jalur hukum demi memperoleh keadilan.
“Kami menilai diplomasi tertutup dan pernyataan keprihatinan tidak cukup ketika masyarakat terus dipaksa menghirup asap,” tulis SEMA UGM dalam suratnya.
Dalam surat bertanggal 16 Oktober 2026 tersebut, SEMA UGM menggambarkan kondisi masyarakat Kalimantan yang selama sekitar empat bulan terakhir hidup dalam kepungan asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang berulang.
Mereka menyebut anak-anak kehilangan akses pendidikan, keluarga menghadapi ancaman kesehatan jangka panjang, sementara masyarakat harus berjuang sendiri mempertahankan hak atas udara bersih.
SEMA UGM juga menyinggung meningkatnya kekecewaan publik terhadap penanganan karhutla. Menurut mereka, berbagai kritik dari mahasiswa, kelompok lingkungan, organisasi masyarakat sipil, hingga warga terdampak belum mampu menghentikan kebakaran yang terus berlangsung.
Dalam bagian yang cukup tajam, surat itu menyebut kekecewaan publik kini telah mencapai titik serius hingga muncul pembicaraan mengenai “pemberontakan” di kalangan generasi muda. Istilah tersebut disebut sebagai bentuk ekspresi frustrasi terhadap kegagalan negara dalam menjamin hak atas lingkungan yang sehat, transparansi, dan keadilan.
Organisasi mahasiswa tersebut menegaskan bahwa tekanan diplomatik antarnegara tidak akan berarti apabila tidak disertai keberpihakan terhadap warga yang menjadi korban krisis asap.
“Asap telah melintasi batas negara kita, solidaritas kita pun harus melampaui batas yang sama,” tulis Mesa Syafitra menutup surat terbuka tersebut.
Surat SEMA UGM ini menambah tekanan publik terhadap penanganan karhutla yang hingga kini masih menjadi salah satu krisis lingkungan terbesar di Indonesia. Desakan agar status bencana nasional segera ditetapkan dan bantuan regional diterima pun kembali menguat seiring memburuknya dampak asap terhadap jutaan warga di berbagai daerah. (Firman/Mun)
-
NASIONAL18/10/2026 06:00 WIBAsap Karhutla Meluas, Eddy Soeparno Dorong AI untuk Memburu Titik Api
-
JABODETABEK18/10/2026 05:30 WIBBMKG: 6 Wilayah Jakarta Cerah Membara Minggu Ini
-
NUSANTARA17/10/2026 23:00 WIBBMKG Buka Suara Soal Cuaca Panas Ekstrem di Jawa
-
NASIONAL18/10/2026 04:30 WIBSenator ProDem Desak Prabowo Bentuk Satgas Khusus Usut Dugaan Karhutla
-
NASIONAL18/10/2026 00:04 WIBMensos: Karya Jurnalistik Jadi Inspirasi Pengembangan Sekolah Rakyat
-
DUNIA18/10/2026 00:00 WIBHouthi Serang Istana Presiden Yaman
-
RIAU18/10/2026 10:30 WIBDPRD Bengkalis Tekankan Pendidikan Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
-
NASIONAL18/10/2026 13:00 WIBProDem Desak RUU Masyarakat Adat Segera Disahkan

















