DUNIA
AS Dituding Iran sebagai Dalang Kerusuhan di Negaranya
AKTUALITAS.ID – Pemerintah Iran secara terbuka menuding Amerika Serikat (AS) sebagai dalang di balik gelombang kerusuhan yang melanda negaranya dalam beberapa pekan terakhir. Tuduhan tersebut disampaikan melalui surat protes diplomatik resmi yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Wakil Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, menegaskan bahwa Washington, bersama Israel, secara sengaja mencampuri urusan domestik Iran. Menurutnya, intervensi tersebut telah memperkeruh situasi dan mengubah unjuk rasa damai menjadi aksi kekerasan dan vandalisme.
“Iran mengecam keras ancaman dan hasutan Amerika Serikat yang mendorong ketidakstabilan serta kekerasan di dalam negeri kami,” tulis Iravani dalam surat resmi yang dikirimkan kepada Sekjen PBB, Sabtu (10/1/2026).
Kerusuhan di Iran diketahui mulai merebak sejak akhir Desember 2025, dipicu oleh anjloknya nilai tukar mata uang rial terhadap dolar AS. Kondisi tersebut memicu lonjakan harga kebutuhan pokok dan memicu protes masyarakat di sejumlah kota besar.
Namun, situasi kian memanas setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan pernyataan keras melalui media sosial. Trump memperingatkan otoritas Iran agar tidak menggunakan kekuatan mematikan terhadap pengunjuk rasa dan mengancam akan memberikan “balasan sangat keras” jika terjadi pertumpahan darah.
Washington bahkan menyatakan siap melakukan intervensi apabila kekerasan terhadap demonstran terus berlanjut, pernyataan yang langsung menuai kecaman dari pemerintah Iran.
Di ibu kota Teheran, dampak kerusuhan mulai terlihat nyata. Wali Kota Alireza Zakani melaporkan adanya pembakaran bus umum, mobil pemadam kebakaran, serta perusakan sejumlah kantor bank dan fasilitas publik lainnya. Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi adanya korban jiwa, namun belum merinci jumlah maupun identitas korban.
Sementara itu, Juru Bicara Kepolisian Iran Saeed Montazer Al-Mahdi menyatakan bahwa situasi keamanan nasional kini telah kembali terkendali. Ia mengklaim aparat keamanan berhasil mengamankan kondisi dan mencegah meluasnya kerusuhan.
Meski demikian, ketegangan antara Teheran dan Washington diperkirakan masih akan berlanjut. Ancaman sanksi ekonomi tambahan dari negara-negara Barat dinilai berpotensi memperburuk situasi ekonomi Iran dan memperdalam krisis diplomatik kedua negara.
Pemerintah Iran menegaskan akan terus membawa isu ini ke forum internasional dan meminta PBB bersikap tegas terhadap segala bentuk campur tangan asing dalam urusan dalam negeri negara berdaulat. (Mun)
-
JABODETABEK27/01/2026 16:00 WIBSoal Penangkapan Pedagang Es Gabus, Anggota TNI-Polri Beri Klarifikasi
-
POLITIK27/01/2026 17:30 WIB9 Nama Disetujui Jadi Anggota Ombudsman 2026-2031, Dalam Rapat Paripurna DPR RI
-
NUSANTARA27/01/2026 18:30 WIBPenyeludupan 70 Ton Daging Beku dari Singapura Berhasil Digagalkan
-
POLITIK28/01/2026 11:00 WIBDPP Prima: Ambang Batas 0 Persen Wujud Nyata Demokrasi Pancasila
-
RAGAM27/01/2026 19:00 WIBTom Cruise Kembali ke AS Usai Beberapa Tahun Tinggal di Inggris
-
NASIONAL27/01/2026 18:00 WIBAwas! Jangan Coba-coba Konsumsi Gas Tertawa “Whip Pink”
-
OLAHRAGA27/01/2026 16:30 WIBKejuaraan Asia Indoor 2026, Dua Pelari Andalan Indonesia Siap Berlaga
-
JABODETABEK27/01/2026 20:00 WIBPeredaran 27 Kg Sabu dan 5.000 Happy Five Berhasil Diungkap

















