DUNIA
Kanselir Jerman: Rezim Iran Berada di Ambang Kehancuran
AKTUALITAS.ID – Kanselir Jerman Friedrich Merz melontarkan peringatan keras kepada pemerintahan Iran, dengan menilai rezim yang berkuasa saat ini berada di ambang kehancuran akibat tindakan represif terhadap gelombang demonstrasi rakyat.
Merz menyebut, pemerintahan yang hanya mampu mempertahankan kekuasaan melalui kekerasan pada dasarnya telah kehilangan legitimasi politiknya.
“Jika sebuah rezim hanya bisa mempertahankan kekuasaannya dengan kekerasan, maka pada dasarnya rezim itu sudah berada di ambang kehancuran,” kata Friedrich Merz, dikutip dari Al Jazeera, Senin (12/1/2026).
Ia bahkan meyakini kejatuhan pemerintahan Iran hanya tinggal menunggu waktu.
“Saya percaya kita sekarang sedang menyaksikan hari-hari dan minggu-minggu terakhir rezim ini,” lanjut Merz.
Menurut Merz, pemerintahan Iran saat ini tidak memiliki legitimasi demokratis karena tidak lahir dari pemilihan umum yang bebas dan adil. Kondisi tersebut, kata dia, mendorong rakyat Iran bangkit melawan pemerintah.
Meski demikian, Merz menegaskan bahwa Jerman masih membuka ruang penyelesaian konflik secara damai. Ia mengungkapkan bahwa Berlin menjalin komunikasi intensif dengan Amerika Serikat serta negara-negara Uni Eropa untuk mendorong solusi politik.
“Ada kemungkinan untuk mengakhiri konflik ini secara damai,” ujar Merz.
Dalam beberapa pekan terakhir, demonstrasi massal dilaporkan mengguncang hampir seluruh wilayah Iran. Aksi protes tersebut awalnya dipicu oleh melonjaknya inflasi dan tekanan ekonomi, namun kemudian berkembang menjadi tuntutan politik yang lebih luas.
Para demonstran secara terbuka mendesak pemerintahan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei untuk mundur dari kekuasaan.
Di tengah eskalasi tersebut, aparat keamanan Iran dituding menggunakan kekuatan berlebihan dalam menghadapi pengunjuk rasa. Pemerintah Iran juga menuding aksi demonstrasi itu telah disusupi oleh pihak asing, khususnya pendukung Amerika Serikat.
Sementara itu, Amerika Serikat disebut-sebut tengah mempertimbangkan berbagai opsi terhadap Iran, termasuk tekanan militer, dengan dalih mendukung kebebasan dan hak-hak warga Iran. Namun, wacana tersebut masih menuai kontroversi di tingkat internasional.
Situasi di Iran kini terus menjadi perhatian global, dengan berbagai negara menyerukan deeskalasi dan dialog politik untuk mencegah konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. (Mun)
-
NASIONAL28/01/2026 14:00 WIBPNS Wajib Tahu, KPK Terbitkan Perkom No 1 Tahun 2026 Tentang Perubahan Nilai Gratifikasi
-
EKBIS28/01/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Menggila! Naik Rp52.000 Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
NASIONAL28/01/2026 17:11 WIBDua Tahun Bergulir, APH-RI Desak Kejagung Tegaskan Status Hukum Eks Bupati Purwakarta
-
DUNIA28/01/2026 12:00 WIBUEA Tegaskan Tidak Akan Membantu Serangan AS terhadap Iran
-
JABODETABEK28/01/2026 12:30 WIBNasihati Murid Agar Punya Empati, Guru SD di Tangsel Malah Dipolisikan Wali Murid
-
NASIONAL28/01/2026 18:00 WIBDilantik Presiden, Bahlil Jabat Ketua Harian DEN
-
NUSANTARA28/01/2026 13:30 WIBModus Pengadaan Seragam Fiktif, Ketua GP Ansor Bondowoso Jadi Tersangka Korupsi Hibah Jatim
-
NASIONAL28/01/2026 13:00 WIBProDem Minta Prabowo Pertahankan Kedudukan Polri di Bawah Presiden

















