DUNIA
Iran Membara, Trump Kirim Kapal Induk USS Abraham Lincoln dan Jet Tempur ke Timur Tengah
AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengerahkan kekuatan militer tambahan ke kawasan Timur Tengah di tengah memburuknya situasi politik dan keamanan di Iran. Pemerintah AS mengirim kapal induk USS Abraham Lincoln beserta sejumlah kapal perang pengawal untuk memperkuat kehadiran militernya di kawasan tersebut.
Mengutip laporan New York Times, armada laut AS itu saat ini tengah berlayar dari Laut Cina Selatan menuju Timur Tengah dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu pekan untuk tiba di wilayah tujuan.
Selain pengerahan kapal induk, Pentagon juga menyiapkan sejumlah pesawat tempur, termasuk jet tempur, pesawat serang, serta pesawat pengisian bahan bakar di udara. Armada udara tersebut direncanakan untuk menggantikan unit-unit militer AS yang telah lebih dulu bertugas di Timur Tengah, dengan masa penugasan yang bisa diperpanjang bergantung pada tingkat eskalasi di kawasan.
Dua pejabat Amerika Serikat yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan, langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian operasional militer menyusul meningkatnya ketegangan di Iran.
Jika terjadi serangan Amerika Serikat terhadap Iran, Washington memperkirakan Teheran akan melakukan serangan balasan. Oleh karena itu, Pentagon juga mengirimkan tambahan sistem pertahanan udara, termasuk rudal pencegat, guna melindungi pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan, salah satunya Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar.
Menurut kedua pejabat tersebut, peningkatan kekuatan militer ini bertujuan untuk mencegah eskalasi kekerasan lebih lanjut di Iran sekaligus memberikan Presiden Trump lebih banyak opsi strategis dalam merespons situasi yang berkembang.
Amerika Serikat juga disebut telah mengantisipasi kemungkinan Iran membalas dengan menyerang aset militer AS di wilayah Timur Tengah, termasuk pangkalan di Qatar, serta pasukan Amerika yang ditempatkan di Irak dan Suriah.
Sejak akhir Desember 2025, Iran dilanda gelombang demonstrasi besar-besaran. Media pemerintah Iran melaporkan sejumlah fasilitas sipil dan pertokoan mengalami kerusakan akibat aksi protes tersebut.
Sementara itu, laporan media internasional dan lembaga pemantau hak asasi manusia menyebutkan jumlah korban tewas telah melampaui 2.600 orang. Intelijen Israel bahkan memperkirakan angka kematian mencapai sekitar 5.000 orang, sedangkan media Iran International yang berbasis di Inggris mengklaim jumlah korban bisa menembus 12.000 jiwa.
Para demonstran menuntut perbaikan ekonomi di tengah inflasi yang melonjak, serta mendesak Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei untuk mundur. Pemerintah Iran dilaporkan merespons aksi protes dengan tindakan keras, termasuk pembatasan akses internet secara nasional.
Ayatollah Ali Khamenei menuding demonstrasi tersebut dipicu oleh campur tangan Amerika Serikat. Di sisi lain, Presiden Donald Trump secara terbuka menyerukan rakyat Iran untuk terus melakukan perlawanan dan menuntut kebebasan. Trump juga menyatakan kesiapannya menyerang Iran jika kekerasan terhadap demonstran terus berlanjut.
Situasi ini menandai meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, sekaligus memicu kekhawatiran akan konflik terbuka antara Amerika Serikat dan Iran. (Mun)
-
DUNIA27/01/2026 15:00 WIBKapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Kemlu Iran: Agresi Washington Akan Berakhir Menyakitkan
-
JABODETABEK27/01/2026 16:00 WIBSoal Penangkapan Pedagang Es Gabus, Anggota TNI-Polri Beri Klarifikasi
-
RAGAM27/01/2026 14:30 WIBWaspada! 14 Wilayah di Indonesia Terancam Gempa Megathrust
-
POLITIK27/01/2026 17:30 WIB9 Nama Disetujui Jadi Anggota Ombudsman 2026-2031, Dalam Rapat Paripurna DPR RI
-
NUSANTARA27/01/2026 18:30 WIBPenyeludupan 70 Ton Daging Beku dari Singapura Berhasil Digagalkan
-
RAGAM27/01/2026 19:00 WIBTom Cruise Kembali ke AS Usai Beberapa Tahun Tinggal di Inggris
-
POLITIK28/01/2026 11:00 WIBDPP Prima: Ambang Batas 0 Persen Wujud Nyata Demokrasi Pancasila
-
NASIONAL27/01/2026 18:00 WIBAwas! Jangan Coba-coba Konsumsi Gas Tertawa “Whip Pink”