Connect with us

DUNIA

Inggris Mengalami Krisis Ekonomi, Pengangguran dan PHK Meningkat

Aktualitas.id -

Bendera Inggris, Dok: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Krisis ekonomi Inggris semakin nyata setelah angka pengangguran mencapai level tertinggi hampir lima tahun, memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor industri. Kondisi ini mempertegas tekanan yang dihadapi dunia usaha dan pasar tenaga kerja Negeri Raja Charles III.

Berdasarkan data resmi Kantor Statistik Nasional Inggris (Office for National Statistics/ONS) yang dirilis Selasa (20/1), tingkat pengangguran Inggris bertahan di angka 5,1 persen pada akhir 2025. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak hampir lima tahun terakhir.

ONS mencatat, tingkat pengangguran untuk periode tiga bulan hingga akhir November tidak mengalami perubahan dibandingkan periode tiga bulan sebelumnya yang berakhir pada 31 Oktober. Data ini mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja menjelang pengumuman anggaran pemerintah Partai Buruh pada akhir November lalu.

ONS mengungkapkan, banyak perusahaan mulai mengurangi jumlah tenaga kerja sebagai langkah antisipasi terhadap kenaikan pajak yang akan diberlakukan pemerintah. Kebijakan fiskal tersebut dinilai menambah beban biaya operasional dunia usaha di tengah perlambatan ekonomi.

Tak hanya pengangguran, data terbaru ONS juga menyoroti perlambatan pertumbuhan upah. Direktur Statistik Ekonomi ONS, Liz McKeown, menyebut laju kenaikan upah sektor swasta kini berada di titik terendah dalam lima tahun terakhir.

“Pertumbuhan upah sektor swasta turun ke level terendah dalam lima tahun, sementara kenaikan upah di sektor publik masih relatif tinggi,” ujar McKeown, dikutip dari AFP.

Di sisi lain, perhatian pasar kini tertuju pada rilis data inflasi Inggris untuk Desember yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu. Bersama dengan data pengangguran dan indikator pertumbuhan ekonomi lainnya, angka inflasi Consumer Price Index (CPI) akan menjadi acuan utama Bank of England (BoE) dalam menentukan arah kebijakan suku bunga ke depan.

Ekonom Inggris dari Capital Economics, Ashley Webb, menilai data pengangguran terbaru ini mengindikasikan bahwa pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat masih sulit dilakukan.

“Data pengangguran ini menunjukkan bahwa pertemuan kebijakan BoE pada Februari kemungkinan masih terlalu dini untuk kembali memangkas suku bunga,” ujarnya.

Meski demikian, Webb menilai peluang penurunan suku bunga masih terbuka apabila inflasi CPI Desember tercatat jauh di bawah proyeksi Bank of England.

“Jika inflasi lebih rendah dari perkiraan, peluang penurunan suku bunga pada Februari bisa kembali terbuka,” katanya.

Kondisi ini menempatkan perekonomian Inggris dalam posisi krusial, di tengah tekanan inflasi, kebijakan fiskal ketat, serta pasar tenaga kerja yang kian rapuh. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version