Connect with us

DUNIA

Trump Yakin Hormuz Dibuka, Iran: Cuma Ilusi

Aktualitas.id -

Trump Yakin Hormuz Dibuka, Iran: Cuma Ilusi, ilustrasi foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Ketegangan global di Selat Hormuz mencapai titik didih baru setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim jalur vital tersebut akan segera dibuka. Namun, klaim optimis Washington ini langsung dibentur tembok keras oleh Teheran yang menyebut pernyataan tersebut sebagai omong kosong atau “halu”.

Dalam keterangannya kepada awak media, Senin (23/3/2026), Donald Trump sesumbar bahwa dialog dengan Iran telah membuahkan hasil positif. Ia menyatakan bahwa Selat Hormuz jalur nadi energi dunia bakal segera beroperasi normal di bawah kendali bersama.

“Selat itu akan segera dibuka jika negosiasi dengan Iran terus berjalan dengan baik. Itu akan dikendalikan bersama oleh AS dan Iran,” ujar Trump sebagaimana dikutip dari berbagai laporan internasional.

Tidak butuh waktu lama bagi Teheran untuk merespons. Kementerian Luar Negeri Iran secara tegas membantah adanya pembicaraan rahasia maupun terbuka dengan pihak Gedung Putih. Iran menilai manuver Trump hanyalah strategi politik untuk menstabilkan harga energi global yang sedang bergejolak.

“Ia (Trump) hanya mencoba mengulur waktu untuk melaksanakan agenda militernya dan menekan harga minyak,” bunyi pernyataan resmi Pemerintah Iran melalui media regional.

Pihak Teheran juga menekankan bahwa mereka tidak pernah memulai provokasi militer dan menuduh balik Amerika Serikat sebagai aktor utama di balik eskalasi yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Kontradiksi ini terjadi di tengah ancaman militer yang nyata. Sebelumnya, Trump telah memberikan ultimatum 48 jam bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz atau menghadapi kehancuran infrastruktur energinya. Sebaliknya, Iran membalas dengan ancaman serangan total terhadap seluruh aset Amerika Serikat di Timur Tengah jika Washington berani melepaskan tembakan pertama.

Meski Trump menyebut utusan khususnya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, telah mencapai “titik penting kesepakatan”, fakta di lapangan menunjukkan ketidakpastian yang makin mencekam.

Hingga berita ini diturunkan, pasar minyak dunia terus memantau situasi di Selat Hormuz. Jika jalur ini tetap tertutup, para analis memprediksi krisis ekonomi global yang tak terhindarkan akibat terhentinya pasokan energi dari kawasan tersebut. (Mun)

TRENDING