Connect with us

DUNIA

Kiamat Minyak Makin Dekat? Iran Siapkan “Kejutan” Ngeri di Bab Al Mandab

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran memberikan sinyal akan adanya manuver besar di Selat Bab al-Mandab dalam waktu dekat.

Seorang sumber yang mengetahui perkembangan konflik menyebutkan bahwa “kejutan” dari Poros Perlawanan, yakni kelompok milisi sekutu Iran di kawasan, akan segera terungkap dalam beberapa hari ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan melalui kantor berita semi-resmi Tasnim News Agency.

Langkah ini muncul di tengah memanasnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang telah berlangsung lebih dari satu bulan tanpa tanda mereda.

Sumber tersebut menegaskan bahwa Poros Perlawanan tetap solid, meski berbagai upaya telah dilakukan untuk memecah koordinasi antar kelompok di kawasan. Bahkan, keterlibatan pasukan dari Yaman disebut memperkuat posisi koalisi tersebut dalam menghadapi tekanan militer.

Konflik yang terus bereskalasi ini telah meluas hingga menyeret sejumlah negara di Timur Tengah, terutama setelah Iran menargetkan pangkalan militer AS di kawasan. Sebelumnya, Iran juga dilaporkan telah memperketat akses di Selat Hormuz, jalur vital lain bagi distribusi energi global.

Kini, perhatian dunia tertuju pada Selat Bab al-Mandab, jalur maritim sepanjang sekitar 32 kilometer yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Laut Mediterania melalui Terusan Suez.

Selat ini memiliki peran krusial dalam perdagangan energi global. Data menunjukkan sekitar 12 persen perdagangan minyak dunia melintasi jalur tersebut, dengan rata-rata 4,2 juta barel minyak per hari pada 2025.

Ancaman gangguan di Bab Al Mandab diperkirakan dapat memperparah krisis energi global yang mulai terasa akibat konflik yang menargetkan infrastruktur energi. Harga minyak dunia pun berpotensi kembali melonjak tajam jika jalur ini terganggu.

Sumber dari Tasnim News Agency menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan Israel kini mulai mengkhawatirkan dampak lebih luas terhadap stabilitas energi global.

Situasi ini menempatkan Selat Bab al-Mandab sebagai salah satu titik paling krusial dalam konflik geopolitik saat ini, dengan potensi dampak besar terhadap ekonomi global. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version