Connect with us

DUNIA

Trump Lecehkan Nama Allah dalam Ancaman Perang Terbaru ke Iran

Aktualitas.id -

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik nadir yang sangat berbahaya setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengunggah pernyataan yang dinilai melecehkan nama Allah SWT. Dalam unggahan terbarunya di platform Truth Social, Minggu (5/4/2026), Trump menggunakan kata-kata kasar dan hinaan yang membawa-bawa nama Sang Pencipta untuk mengancam infrastruktur energi Iran.

Dalam unggahan yang memicu gelombang kemarahan luas tersebut, Trump mendesak Iran segera membuka Selat Hormuz. Jika tidak, ia bersumpah akan meluncurkan serangan besar-besaran terhadap jembatan dan pembangkit listrik di seluruh negeri pada hari Selasa mendatang.

“Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan… Buka Selatnya, Sialan, dasar bajingan gila, atau kamu akan tinggal di Neraka… Segala puji bagi Allah. Presiden DONALD J TRUMP,” tulis Trump dalam unggahan yang aslinya mengandung kata-kata jauh lebih menjijikkan tersebut.

Tindakan Trump yang mengumpat menggunakan nama Allah ini dinilai sebagai penghinaan berat dalam Islam. Sejumlah hadits Rasulullah SAW menerangkan bahwa Allah SWT murka terhadap mereka yang mempergunakan nama-Nya untuk menyumpahi orang lain, bahkan terhadap pendosa sekalipun.

Foad Izadi, Profesor di Universitas Teheran, menilai retorika sampah yang dilontarkan Trump menunjukkan keputusasaan sang presiden di bawah tekanan politik yang masif.

“Dia pikir bisa melakukan pergantian rezim dalam tiga hari, tapi kenyataannya ia gagal mencapai tujuannya. Trump kini tampak kehilangan kendali,” ujar Izadi kepada Al Jazeera. Ia menambahkan bahwa bagi politisi Iran, menyerah pada ancaman orang seperti Trump sama saja dengan melakukan bunuh diri politik.

Senada dengan Izadi, pakar Timur Tengah Mohammad Ali Shabani memprediksi eskalasi regional yang parah akan terjadi dalam 24 jam ke depan. “Saat ini kita menghadapi situasi seperti duel, dan kedua belah pihak tidak punya cara untuk menyelamatkan muka mereka,” ungkap Shabani.

Situasi di lapangan pun semakin memanas setelah Iran mengklaim berhasil merontokkan sejumlah aset militer AS, termasuk satu unit pesawat F-15E yang telah dikonfirmasi Pentagon. Iran juga menunjukkan bukti foto jatuhnya pesawat Warthog, dua helikopter Black Hawk, dan dua unit C-130 yang terkena pertahanan udara mereka.

Kegilaan retorika Trump ini sejalan dengan menguatnya sentimen perang agama di lingkaran kekuasaan AS. Menteri Pertahanan Pete Hegseth baru-baru ini terekam menyerukan “tindakan kekerasan yang luar biasa” dalam sebuah kebaktian Kristen di Pentagon. Ia berdoa agar Tuhan tidak memberikan ampunan kepada musuh-musuh AS dan meminta agar Tuhan “mematahkan gigi orang fasik.”

Laporan dari Newsweek bahkan menyebutkan beberapa komandan militer AS mulai mencuci otak pasukannya dengan narasi bahwa perang melawan Iran adalah bagian dari “Rencana Tuhan” dan nubuatan Kitab Wahyu mengenai Armagedon. Mereka secara terang-terangan menyebut Trump sebagai sosok yang “diurapi” untuk menyulut api akhir zaman di Iran.

Sentimen Islamofobia ini juga menjalar ke politikus Republik lainnya. Senator Alabama Tommy Tuberville dan anggota DPR Andy Ogles secara terbuka melontarkan pernyataan yang menyerang keberadaan Muslim di Amerika, bahkan ada yang secara eksplisit menyerukan pengusiran warga Muslim dari Amerika Serikat.

Dunia kini menanti dengan penuh kekhawatiran terkait apa yang akan terjadi pada hari Selasa, saat “hari penyerangan” yang dijanjikan Trump tiba. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version