EKBIS
Wamen BUMN: Waskita Tidak akan Ambil Proyek Jalan Tol Lagi
AKTUALITAS.ID – Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo atau yang dikenal dengan Tiko mengatakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk tidak akan mengambil proyek jalan tol lagi.
“Mereka tidak akan mengambil tol lagi, karena dulu kan kenanya (rugi) di tol. Ke depan mereka tidak akan mengambil tol baru, untuk tol penugasan semua ada di Hutama Karya,” ujar Tiko di Jakarta, Jumat (6/9/2024).
Tiko menyampaikan dengan disetujuinya restrukturisasi dari 21 bank senilai Rp26,3 triliun, maka pengelolaan keuangan Waskita diharapkan akan lebih stabil.
Lebih lanjut, Waskita juga akan mengerjakan proyek-proyek yang sudah berjalan seperti Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), penambahan Tol di Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) dan Tol Cimanggis-Cibitung untuk membayar utang.
Dukungan dari 21 bank Himbara dan swasta, kata Tiko, diharapkan mampu membuat Waskita menjalankan proyek-proyek baru di luar tol.
“Nanti bertahap akan kita lepas sehingga ada divestasi yang mengurangi jumlah utang waskita secara bertahap,” kata Tiko.
Sementara itu, Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho mengatakan manajemen Waskita berkomitmen mengembalikan Waskita ke core business atau bisnis intinya sebagai kontraktor murni.
Perusahaan pun akan fokus memaksimalkan kapabilitas, pengalaman, dan keahliannya untuk mengerjakan proyek jalan, jembatan, gedung, infrastruktur, air, dan lainnya.
Hanugroho menyampaikan, ke depannya perseroan akan fokus pada divestasi untuk menurunkan kewajiban. Waskita sendiri masih memiliki 10 ruas tol dalam grup usaha Waskita Toll Road.
“Waskita optimis dengan dukungan dari berbagai pihak terkait melakukan divestasi atas sisa ruas tol yang masih dimiliki Waskita. Proses divestasi ini menjadi kunci dalam menurunkan kewajiban perusahaan,” ujar Hanugroho.
Kinerja keuangan Perseroan pada kuartal II 2024, Waskita mengantongi pendapatan sebesar Rp4,47 triliun. Pendapatan itu ditopang dari jasa konstruksi sebesar Rp3,12 triliun.
Penjualan beton atau precast berkontribusi sebesar Rp610,96 miliar terhadap pendapatan Perseroan. Kemudian ditambah oleh pendapatan jalan tol yang mencapai Rp563,34 miliar.
Selanjutnya, kinerja Gross Profit Margin (GPM) perusahaan naik menjadi 13,3 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dari sebelumnya sebesar 8,8 persen.
Kenaikan itu seiring profil proyek yang lebih baik terutama proyek Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga mendukung optimalisasi kemajuan konstruksi dan lean project. Ada 12 proyek IKN yang dikerjakan Waskita, nilai kontraknya sebesar Rp7,7 triliun. (Enal Kaisar)
-
RAGAM16/02/2026 13:30 WIBHilal Diprediksi Tak Terlihat 17 Februari, Ini Perkiraan Awal Ramadan 2026 di Berbagai Negara
-
PAPUA TENGAH16/02/2026 16:46 WIBPria Paruh Baya di Mimika Ditemukan Gantung Diri
-
NASIONAL16/02/2026 18:30 WIBBareskrim: AKBP Didik Miliki Narkoba untuk Konsumsi
-
PAPUA TENGAH16/02/2026 15:16 WIBTiga Unsur Ini Punya Peran Penting untuk Penyelesaian Tapal Batas Kapiraya
-
OLAHRAGA16/02/2026 19:41 WIBDidukung PTFI, Tiga Pemain PFA Tempah Kemampuan di Klub Austria
-
OLAHRAGA16/02/2026 20:30 WIBBayern Muenchen Masih Perkasa di Puncak Klasemen
-
NUSANTARA16/02/2026 14:30 WIBWaspada! Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Sangat Lebat 16-21 Februari 2026 Menurut BMKG
-
NASIONAL16/02/2026 14:00 WIBSurvei Kepuasan Publik Prabowo Tembus 79,9%, Eddy Soeparno: Kebijakan Sudah On The Right Track

















