OASE
Surah Al-A’la: Pengingat Agung tentang Kekuasaan Allah dan Keselamatan Jiwa
AKTUALITAS.ID – Dalam khazanah Al-Qur’an, Surah Al-A’la menempati posisi istimewa sebagai salah satu surat yang paling sering dilantunkan oleh Rasulullah ﷺ, terutama dalam momen-momen besar seperti salat Jumat dan salat Id. Surat ke-87 ini bukan sekadar rangkaian ayat, melainkan panduan fundamental mengenai pengagungan Allah dan penyucian jiwa.
Konteks Turunnya Wahyu: Menenangkan Hati Nabi ﷺ
Surah Al-A’la termasuk dalam golongan Makkiyah dan menempati urutan ke-8 dalam kronologi turunnya wahyu, tepat setelah Surah At-Takwir. Berdasarkan tafsir Ibn Ashur dan A. Maududi, surat ini turun pada periode awal kenabian untuk menjawab kekhawatiran Rasulullah ﷺ terkait kemampuannya menghafal wahyu yang turun secara bertubi-tubi.
Melalui ayat ke-6, Allah memberikan mukjizat berupa jaminan kemudahan: “Kami akan membacakan (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa.” Janji ini menjadi penghibur sekaligus penguat misi dakwah beliau di tengah tekanan kaum kafir Quraisy.
Struktur dan Pesan Utama Surah Al-A’la
Surat yang terdiri dari 19 ayat ini membawa pesan yang sangat terstruktur:
Agungkan Nama Tuhanmu: Dibuka dengan perintah “Sabbiḥisma rabbikal-a‘lā” yang menetapkan otoritas mutlak Allah dalam menciptakan, menyempurnakan, dan memberi petunjuk pada seluruh makhluk.
Analogi Kebangkitan: Allah menggunakan fenomena alam, seperti tumbuhnya rumput hijau yang kemudian mengering, sebagai bukti nyata kekuasaan-Nya menghidupkan kembali manusia di hari pembalasan.
Jalan Menuju Keberuntungan: Ayat 14-16 menegaskan bahwa kebahagiaan hakiki (keberuntungan) hanya milik mereka yang menyucikan diri, mengingat Allah, dan mendirikan salat.
Keselarasan dengan Kitab Terdahulu: Menariknya, surat ini ditutup dengan penegasan bahwa ajaran di dalamnya bukanlah hal baru, melainkan inti kebenaran yang juga termaktub dalam Suhuf (lembaran) Nabi Ibrahim dan Nabi Musa.
Relevansi di Masa Kini
Surah Al-A’la mengingatkan manusia modern agar tidak terjebak dalam gemerlap kehidupan dunia yang fana. Allah menegaskan bahwa kehidupan akhirat jauh lebih baik dan kekal (wal-ākhiratu khayruw wa abqā).
Bagi umat Islam, memahami makna Surah Al-A’la berarti menanamkan rasa rendah hati di hadapan Sang Pencipta yang Maha Tinggi, sembari terus berupaya menyucikan hati dari penyakit-penyakit duniawi. (Mun)
-
PAPUA TENGAH22/09/2026 07:00 WIBPDIP: Usulan Capres 2 Fraksi Masuk Akal
-
NASIONAL22/09/2026 06:00 WIBProyek Jalan Jadi Biang OTT Bupati Bolmut
-
EKBIS22/09/2026 09:30 WIBIHSG Menguat Jelang Keputusan Suku Bunga BI
-
POLITIK22/09/2026 10:00 WIBPrabowo Buka Peluang Reshuffle, Demokrat: Evaluasi Wajib
-
DUNIA22/09/2026 08:00 WIBDibombardir Ukraina, Partai Putin Menang Telak 57,83%
-
JABODETABEK22/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Buka di 5 Lokasi Hari Ini
-
POLITIK22/09/2026 03:00 WIBBawaslu Butuh Gagasan Mahasiswa untuk Benahi Hukum Pemilu
-
JABODETABEK22/09/2026 04:30 WIBPasar Mobil Kemayoran Dilalap Api

















