EKBIS
Rupiah Menguat ke Rp 16.376 per Dolar AS Hari Ini
AKTUALITAS.ID – Rupiah mengalami penguatan signifikan di awal perdagangan hari ini, dengan nilai tukar mencapai Rp 16.376 per dolar Amerika Serikat (AS). Selasa (5/8/2025), rupiah spot dibuka di level tersebut, menguat 0,16% dibandingkan penutupan Senin (4/8/2025) yang berada di level Rp 16.401 per dolar AS. Alhasil, rupiah menduduki posisi sebagai mata uang dengan penguatan terbesar di rantai negara Asia.
Di pasar mata uang Asia, pergerakan bervariasi. Dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah terkoreksi 0,11%, diikuti oleh won Korea Selatan yang tertekan 0,07% dan dolar Singapura yang turun 0,02%.
Sementara itu, yen Jepang melemah tipis, disusul oleh ringgit Malaysia yang terkerek 0,11% dan peso Filipina menanjak 0,09%. Baht Thailand naik 0,14% dan yuan China naik 0,04%, sementara dolar Hongkong menguat tipis 0,001% terhadap dolar AS.
Secara teknikal, Reliance Sekuritas memprediksi IHSG hari ini akan melemah dan memperkirakan bergerak di kisaran support 7.394 dan resistance 7.524. Analisis teknikalnya menyatakan bahwa candle IHSG berbentuk black spinning top, tetapi masih di atas Moving Average (MA) 20, serta indikator Stochastic menunjukkan dead cross. “Dengan demikian, kami proyeksikan IHSG hari ini akan mengalami pelemahan,” tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya. (Yoke Firmansyah/Mun)
-
PAPUA TENGAH20/02/2026 18:13 WIBAturan Baru Kemendagri, Status PNS dan PPPK di KTP-el Kini Ditulis ASN
-
NUSANTARA20/02/2026 19:30 WIBSiswa Madrasah di Tual Tewas usai Dianiaya Oknum Brimob
-
FOTO21/02/2026 06:34 WIBFOTO: Astra Rayakan HUT ke-69 Sebuah Perjalanan Membangun Negeri
-
POLITIK20/02/2026 16:00 WIBKPU Susun Peta Jalan Logistik Pemilu 4.0 untuk Pemilu 2029
-
POLITIK20/02/2026 20:00 WIBPengamat: Gibran Bisa Ditinggalkan Prabowo di 2029 Tergantung Hubungan dengan Jokowi
-
RAGAM20/02/2026 15:30 WIBJenis Garam yang Baik untuk Tekanan Darah
-
JABODETABEK20/02/2026 16:30 WIBUpdate Banjir Jakarta Jumat: 6 Ruas Jalan Terendam dan 90 RT Tergenang
-
NASIONAL20/02/2026 17:00 WIBDPR Pastikan Tidak Ada Agenda Revisi UU KPK