Connect with us

EKBIS

Bapanas: Penyerapan Stok Cadangan Beras Pemerintah Merupakan yang Terbesar

Aktualitas.id -

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). dok.Bapanas

AKTUALITAS.ID – Dalam catatan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog telah melaksanakan pengadaan setara beras dari produksi dalam negeri sampai 31 Desember 2025 sebesar 3,44 juta ton. Data itu terdiri 3,2 juta ton untuk stok cadangan beras pemerintah (CBP) dan selebihnya untuk komersial.

Bapanas menyebut penyerapan stok CBP telah mencapai level tertinggi dalam satu dekade terakhir, mencerminkan penguatan cadangan nasional, stabilisasi harga, serta kesiapan intervensi pangan di seluruh Indonesia.

“Kita sekarang 4 juta ton pernah diraih (pada pertengahan 2025), dan akhir tahun (stok CBP) 3,2 juta ton,” kata Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagaimana keterangan dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Ia menjelaskan sejak 24 Januari 2025, penugasan pelaksanaan pengadaan gabah dan beras sepanjang 2025 dipatok dengan target setara beras sebanyak 3 juta ton.

Tingkat penyerapan Bulog tersebut setara dengan sekitar 10 persen dari total produksi beras nasional tahun 2025 yang mencapai 34,71 juta ton.

“Dengan total realisasi penyerapan setara beras yang bersumber dari produksi dalam negeri sebanyak 3,2 juta ton untuk stok CBP tersebut merupakan capaian terbesar Indonesia dalam 10 tahun terakhir,” bebernya.

Bapanas menyatakan perolehan satu dekade itu menunjukkan betapa seriusnya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya menjaga dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Sebagai pembanding, kata dia, penyerapan beras dalam negeri di tahun 2012 dan 2013 pernah mencapai 3,6 juta ton dan 3,5 juta ton. Setelahnya tingkat penyerapan beras dalam negeri oleh Bulog belum pernah ada yang melebihi 3 juta ton sampai tahun 2025 yang saat ini era kepemimpinan Presiden Prabowo.

Amran telah melaporkan realisasi itu kepada Presiden Prabowo dalam Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Amran juga menjelaskan kondisi stok beras secara nasional di awal tahun 2026 dengan kondisi sangat memadai karena berada di angka 12,53 juta ton. Angka itu juga menjadi capaian tertinggi, sehingga tidak ada alasan harga beras berfluktuasi.

Adapun stok beras awal 2026 itu termasuk stok beras di gudang Bulog dan selebihnya tersebar di tingkat rumah tangga produsen dan konsumen, penggilingan, pedagang, dan horeka (hotel, restoran, katering).

“Stok beras di horeka, tertinggi sepanjang sejarah juga, di hotel, rumah-rumah, restoran, itu 12 juta ton. Naik 49 persen dari tahu lalu. Jadi teman-teman pengusaha, tolong tidak ada alasan harga naik,” sebut Amran.

(Ari Wibowo/goeh)

TRENDING