Connect with us

EKBIS

Thomas Djiwandono Resmi Jadi Deputi Gubernur BI, IHSG Melemah

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (27/1/2026) pagi. IHSG terkoreksi 0,75 poin atau 0,01 persen ke level 8.974,57, seiring respons pelaku pasar terhadap dinamika kebijakan ekonomi, termasuk penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Berdasarkan data RTI Business pada pukul 09.01 WIB, tekanan jual semakin terasa. IHSG tercatat turun 36,46 poin atau 0,41 persen ke posisi 8.938,87. Pergerakan saham pada awal perdagangan didominasi oleh tren negatif.

Sebanyak 250 saham melemah, 222 saham menguat, dan 180 saham bergerak stagnan. Hingga pagi hari, IHSG telah memperdagangkan 2,01 miliar lembar saham dengan frekuensi 146.507 kali transaksi dan nilai transaksi mencapai Rp1,08 triliun.

Secara kumulatif, total frekuensi perdagangan tercatat 902.898 kali, dengan volume transaksi 12,9 miliar saham dan nilai transaksi harian mencapai Rp6,4 triliun. Di sisi nilai tukar, dolar Amerika Serikat menguat terhadap rupiah ke level Rp16.795 per dolar AS.

Dari 11 sektor saham, sebanyak 9 sektor berada di zona merah, sementara hanya dua sektor yang mencatatkan penguatan, yakni sektor energi dan sektor consumer cyclical.

Pelemahan pasar saham terjadi di tengah perhatian investor terhadap perkembangan di sektor kebijakan moneter. Komisi XI DPR RI sebelumnya secara resmi menetapkan Thomas AM Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri.

Keputusan tersebut disampaikan Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun usai Thomas menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada Senin sore (26/1/2026). Penetapan dilakukan melalui mekanisme musyawarah mufakat dalam rapat internal Komisi XI DPR RI.

“Bahwa yang diputuskan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia pengganti Bapak Juda Agung yang mengundurkan diri adalah Bapak Thomas AM Djiwandono,” ujar Misbakhun.

Misbakhun menambahkan, hasil keputusan tersebut akan dibawa ke rapat paripurna DPR RI untuk memperoleh pengesahan resmi pada Selasa (27/1/2026). Ia menilai Thomas merupakan figur yang dapat diterima seluruh fraksi di DPR RI serta mampu menjelaskan pentingnya sinergi kebijakan moneter dan fiskal secara komprehensif. (Firmansyah/Mun)

TRENDING