Connect with us

JABODETABEK

Ngeri! Kebocoran Gas Picu Ledakan Hebat di SPBE Bekasi

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Kebakaran hebat yang melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, akhirnya mulai menemukan titik terang. Dugaan awal menyebutkan, insiden mengerikan ini dipicu oleh kebocoran gas saat proses pengisian tabung.

Peristiwa dramatis itu terjadi pada Rabu malam, 1 April 2026, sekitar pukul 21.08 WIB. Dalam waktu singkat, api langsung membesar dan melahap area pabrik gas milik PT Indogas Andalan Kita seluas sekitar 2.000 meter persegi.

Kobaran api tak terbendung dan merembet ke permukiman warga. Sedikitnya 15 rumah mengalami kerusakan berat, sementara beberapa rumah dan kios lainnya ikut terdampak.

Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Heriyanto, mengungkapkan bahwa sumber api diduga berasal dari kebocoran gas saat pengisian tabung utama.

“Diduga sementara dari kebocoran gas saat proses pengisian,” ujarnya.

Tim pemadam bergerak cepat hanya satu menit setelah laporan diterima. Sebanyak 12 unit pemadam kebakaran dikerahkan dan tiba di lokasi pukul 21.20 WIB. Petugas berjibaku selama berjam-jam hingga api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 03.45 WIB.

Namun, dampak kebakaran ini sangat besar. Polisi mencatat sedikitnya 12 orang mengalami luka bakar serius, dengan tingkat luka mencapai 60 hingga 70 persen. Para korban kini dirawat intensif di sejumlah rumah sakit.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro menyebutkan, korban berasal dari warga sekitar dan karyawan SPBE.

“Sementara ada 12 korban, semuanya mengalami luka bakar dan masih dalam perawatan,” katanya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta menghitung total kerugian yang ditimbulkan.

Sementara itu, aparat gabungan dari Damkar, BPBD, PMI, PLN, hingga TNI-Polri masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi potensi bahaya lanjutan.

Insiden ini kembali menjadi peringatan serius akan risiko tinggi dalam pengelolaan gas elpiji, terutama jika terjadi kelalaian dalam proses pengisian. (Kusuma/Mun)

TRENDING

Exit mobile version