Connect with us

NASIONAL

Gandeng Polisi dan Satgas Pangan, Bulog Turunkan Tim untuk Cegah Pemalsuan Beras SPHP

Aktualitas.id -

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan memantau proses penggerebekan toko beras oplosan di kawasan Jalan Lembaga Pemasyarakatan, Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu 26 Juli 2025.AKTUALITAS.ID/Kiki Budi Hartawan.

AKTUALITAS.ID – Perum Bulog akan menurunkan tim ke berbagai daerah guna mencegah praktik pemalsuan beras melalui repacking atau pengemasan ulang beras biasa ke dalam karung bermerek SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).  Langkah ini dilakukan sebagai respons atas maraknya penyalahgunaan karung SPHP yang dapat merugikan masyarakat dan mencoreng nama Bulog.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan pihaknya akan memperkuat pengawasan di lapangan dengan melibatkan banyak pihak, mulai dari aparat penegak hukum hingga mitra organisasi masyarakat.

“Kami sedang menurunkan tim SPI ke seluruh daerah untuk mengontrol ini. Kami juga berkoordinasi dengan Satgas Pangan secara ketat, termasuk melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas di wilayah-wilayah,” tegas Rizal saat mengunjungi outlet Koperasi Merah Putih di Melawai, Jakarta Selatan, Minggu (27/7/2025).

Selain itu, Bulog turut menggandeng Koperasi Merah Putih untuk membantu mengawasi peredaran karung SPHP ilegal di masyarakat. Rizal juga meminta masyarakat tidak ragu melapor jika menemukan indikasi kecurangan.

“Kalau ada yang nakal, kasih tahu. Laporkan ke Satgas Pangan, biar ada tindakan,” tegasnya saat 

Rizal menyebut dirinya telah melihat langsung adanya penjualan karung SPHP di situs jual beli online. Oleh karena itu Bulog juga tengah menekan peredaran karung SPHP yang dijual bebas, termasuk di platform e-commerce. 

“Contoh tadi saya sudah lihat di Tokopedia aja ada yang jual karung SPHP itu. Nah kan bahaya tuh,” ucap Rizal. 

“Makanya saya perintahkan Direktur Pengadaan hari ini juga untuk bertindak. Jangan sampai ada yang jual-jual karung ilegal,” sambungnya.

Lebih lanjut, kata Rizal, Bulog akan menerapkan sistem pengamanan baru untuk membedakan beras SPHP asli dengan yang dipalsukan. Tanda khusus seperti hologram atau ID unik akan ditambahkan pada kemasan resmi.

“Nanti dari Direktur Pengadaan akan menambahkan hologram kah, atau ID-ID khusus kah. Atau semacam kertas yang dulu pernah ditempel di dalam karung. Sehingga nanti para pembeli beras SPHP itu yakin, oh ini betul-betul beras asli dari Bulog,” jelas Rizal.

Selain itu, Rizal menekankan bahwa kerja sama dengan kepolisian menjadi bagian penting dalam pengawasan ini.

“Oh pasti dong. Kita dengan aparat sudah melekat,” katanya.

Sebelumnya, Polda Riau dalam mengungkap kasus pengoplosan beras di Jalan Sail, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menyita kurang lebih 9 beras ton barang bukti beras oplosan berbagai merek dari tangan seorang pengusaha lokal berinisial R yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Modus yang dijalankan tersangka adalah mencampur beras berkualitas rendah dengan beras reject, kemudian mengemasnya ke dalam karung berlabel SPHP Bulog ukuran 5 kg. (Dede Kurniawan/KBH)

TRENDING