NASIONAL
Tragedi Musala Ambruk Sidoarjo: Komisi III DPR RI Desak Polisi Usut Tuntas Unsur Pidana
AKTUALITAS.ID – Komisi III DPR RI menuntut proses hukum yang serius dan transparan terkait insiden maut ambruknya musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. DPR mendukung penuh langkah Polda Jawa Timur untuk menyelidiki dugaan unsur pidana dalam tragedi kemanusiaan yang memprihatinkan ini.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Sari Yuliati, menyatakan dukungannya terhadap aparat penegak hukum yang telah turun tangan. Ia menekankan bahwa kasus ini harus ditangani hingga menyentuh akar permasalahan.
“Kami sangat mendukung langkah cepat Polda Jawa Timur yang telah turun tangan untuk mengusut tuntas penyebab ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny ini,” kata Sari dalam keterangannya, Jumat (10/10/2025).
Fokus Penyelidikan: Kelalaian dan Pelanggaran Prosedur
Sari Yuliati mengingatkan proses hukum harus berjalan secara profesional dan transparan demi menjamin kepastian keadilan bagi para korban dan keluarga. Pihaknya di Komisi III akan terus mengawal jalannya penyelidikan tersebut.
Fokus utama investigasi, menurut Sari, adalah membongkar kemungkinan adanya kelalaian, pelanggaran prosedur, atau faktor lain yang berkontribusi pada keruntuhan bangunan.
“Kami ingin memastikan penanganan kasus ini benar-benar menyentuh akar masalahnya, apakah ada unsur kelalaian, pelanggaran prosedur atau faktor lain yang menyebabkan terjadinya tragedi ini,” tegasnya.
DPR berharap hasil penyelidikan Polisi tidak hanya mengungkap pelaku, tetapi juga menjadi pelajaran besar bagi seluruh pihak, terutama pengelola lingkungan pendidikan dan pesantren, agar insiden serupa yang merenggut nyawa generasi muda tidak terulang di masa depan. (Ari Wibowo/Mun)
-
JABODETABEK05/05/2026 05:30 WIBBMKG Ungkap Jadwal Hujan di Jakarta 5 Mei 2026
-
DUNIA05/05/2026 08:00 WIBDua Rudal Iran Bikin Kapal AS Kocar-Kacir di Selat Hormuz
-
JABODETABEK05/05/2026 07:30 WIB5 Lokasi SIM Keliling Jakarta, Cek Jadwalnya
-
NUSANTARA05/05/2026 11:00 WIBKasus Penyiraman Air Keras Picu Desakan Revisi UU Intelijen
-
DUNIA05/05/2026 12:00 WIBKanselir Jerman: Amerika Tak Punya Rudal Cukup
-
POLITIK05/05/2026 10:00 WIBTepi Indonesia: RUU Pemilu Dinilai Sengaja Diperlambat DPR
-
NASIONAL05/05/2026 07:00 WIBMenteri Pigai Batalkan Ide Kontroversial Soal Aktivis HAM
-
EKBIS05/05/2026 09:30 WIBRatusan Saham Berguguran, IHSG Dibuka Anjlok ke 6.968