NASIONAL
Jimly: Uji KUHAP ke MK Lebih Tepat daripada Perppu
AKTUALITAS.ID – Ketua Komisi Reformasi Polri sekaligus pakar hukum tata negara, Jimly Asshiddiqie, menegaskan bahwa polemik terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru seharusnya diselesaikan melalui mekanisme konstitusional, yakni uji materiil ke Mahkamah Konstitusi (MK), bukan dengan penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).
Jimly menilai pengesahan KUHAP merupakan capaian sejarah yang harus disikapi dengan kesiapan, bukan kegaduhan politik. Menurutnya, pembaruan KUHAP yang telah diperjuangkan sejak 1963 akhirnya berhasil ditetapkan dan akan berlaku mulai tahun depan.
“Kita harus syukuri KUHAP sudah ditetapkan dan mulai akan berlaku tahun depan. Ini sejarah, usaha memperbarui KUHAP kan sejak tahun 1963, baru berhasil sekarang,” ujar Jimly di Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Jimly menjelaskan, KUHAP baru membawa filosofi berbeda dengan menekankan prinsip restorative justice, yakni pendekatan peradilan yang lebih memulihkan dan selaras dengan karakter negara hukum Indonesia.
Menanggapi kritik masyarakat sipil yang menilai KUHAP dapat memperkecil peluang reformasi Polri, Jimly meminta agar keberatan tersebut dibawa ke jalur hukum yang tepat.
“Kalau ada yang abuse, segera ajukan ke MK. Tidak usah nunggu 30 hari, tidak usah nunggu ditandatangani presiden,” tegasnya.
Jimly juga menolak dorongan agar Presiden menerbitkan Perppu untuk menghapus pasal-pasal yang dianggap bermasalah. Ia mengingatkan bahwa Perppu bukan instrumen yang bisa digunakan hanya untuk memenuhi tuntutan kelompok tertentu.
Menurutnya, setelah disahkan DPR, KUHAP secara material sudah final berdasarkan UUD 1945. Oleh karena itu, uji materi dapat segera diajukan tanpa menunggu proses administratif.
Jimly bahkan mendorong MK membangun tradisi baru dengan mendahulukan pengujian undang-undang yang sudah diketok palu, meski belum diundangkan secara formal.
“Daripada menimbulkan korban, segera saja diuji, minta prioritas sidang cepat. Jangan Perppu dong,” pungkas Jimly. (Bowo/Mun)
-
FOTO15/03/2026 02:42 WIBFOTO: Nurani Astra Serahkan 20 Unit Ambulans untuk Penanganan Bencana Aceh dan Sumatra
-
NASIONAL14/03/2026 21:00 WIBBahlil: Impor LPG Indonesia Dialihkan dari Timur Tengah, Pasokan Energi Dipastikan Aman
-
OTOTEK14/03/2026 19:30 WIBKendaraan Niaga Picu Pertumbuhan Ekonomi Nasional
-
NASIONAL14/03/2026 20:00 WIBBupati dan Sekda Cilacap Ditetapkan KPK Sebagai Tersangka Pemerasan untuk THR
-
JABODETABEK14/03/2026 18:30 WIBAmankan Jalur Puncak, Ratusan Personel Disiagakan
-
OASE15/03/2026 05:00 WIBSurah Quraysh dan Pesan Keimanan bagi Umat Islam
-
EKBIS14/03/2026 23:00 WIBPertamina Berkomitmen Jaga Pasokan Energi saat Lebaran 2026
-
JABODETABEK14/03/2026 22:30 WIBPemudik Mulai Padati Stasiun Pasar Senen di H-7 Lebaran 2026

















