Connect with us

NASIONAL

Sembilan SPPG di Gresik Disetop Sementara Buntut Kelapa Utuh di MBG

Aktualitas.id -

Sembilan SPPG di Gresik Disetop Sementara Buntut Kelapa Utuh di MBG, ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan sanksi tegas terhadap sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, yang memberikan kelapa utuh sebagai bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kesembilan SPPG tersebut kini resmi dihentikan sementara operasionalnya.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyayangkan tindakan pengelola SPPG yang dinilai mengabaikan polemik serupa yang sebelumnya sudah menjadi perhatian publik.

“Pemberian kelapa utuh sebelumnya sudah menjadi perhatian publik di beberapa daerah. Seharusnya hal itu menjadi pembelajaran agar pengelola SPPG lebih berhati-hati menentukan menu bagi penerima manfaat,” ujar Nanik, Minggu (15/3/2026).

Nanik menegaskan, alasan bahwa menu tersebut diminta penerima manfaat tidak dapat dijadikan pembenaran. “Seluruh SPPG wajib mengikuti pedoman menu dan standar operasional program MBG. Karena itu, sembilan SPPG di Gresik dihentikan sementara untuk evaluasi,” tegasnya.

Selain itu, Nanik memerintahkan agar kepala SPPG yang terlibat mendapatkan tindakan disipliner berupa Surat Peringatan (SP) atau rotasi jabatan karena dianggap lalai mengikuti berita dan pedoman program.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, menambahkan bahwa mulai 14 Maret 2026, kesembilan SPPG tersebut resmi berhenti beroperasional sementara.

Kesembilan SPPG yang disetop meliputi:

SPPG Gresik Sidayu Ngawen

SPPG Gresik Sidayu Wadeng

SPPG Gresik Dukun Wonokerto

SPPG Gresik Dukun Lowayu

SPPG Gresik Dukun Sembungan Kidul

SPPG Gresik Dukun Tebuwung

SPPG Gresik Ujungpangkah Glatik

SPPG Gresik Balongpanggang Pucung

SPPG Gresik Sidayu Sidomulyo

BGN juga mengingatkan seluruh pengelola SPPG di berbagai daerah agar lebih cermat dalam menjalankan program MBG, termasuk memperhatikan standar menu, keamanan pangan, dan sensitivitas terhadap isu yang berkembang di masyarakat. (Bowo/Mun)

TRENDING

Exit mobile version