NASIONAL
Dapur MBG Pondok Kelapa Disetop Usai Keracunan Massal
AKTUALITAS.ID – Sebuah insiden keracunan makanan massal menimpa puluhan siswa dan guru di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, yang diduga akibat mengonsumsi hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menyikapi kejadian ini, Badan Gizi Nasional (BGN) secara tegas menghentikan operasional dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2 sampai waktu yang belum ditentukan.
Keputusan drastis ini diambil setelah 72 orang, termasuk siswa dan para guru, mengeluhkan sakit perut hingga diare parah setelah menyantap makanan dari program tersebut. Kejadian ini terungkap pada Jumat, 3 April 2026, setelah sebelumnya pada Kamis, 2 April 2026 sore, pihak SPPG menerima laporan dari guru mengenai puluhan siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan alasan penutupan tersebut. “SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan (Instalasi Pengolahan Air Limbah) IPAL, masih belum memenuhi standar,” ujar Nanik dalam keterangan tertulis, Sabtu, 4 April 2026.
Saat insiden keracunan terjadi, menu yang disajikan terdiri dari spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menambahkan bahwa berdasarkan investigasi awal, saus pada menu spaghetti bolognese diduga menjadi pemicu utama keracunan.
“Dugaan sementara berasal dari saus yang diproses terlalu lama dalam rangkaian proses penyajiannya,” kata Dadan. Ia juga menduga kualitas makanan sudah tidak segar saat dikonsumsi karena jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan penyajian.
BGN menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas insiden keamanan pangan ini. Nanik Sudaryati Deyang menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung penuh oleh BGN. “Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” tegasnya.
BGN memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh serta memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Langkah-langkah perbaikan akan segera diambil untuk menjamin standar keamanan pangan dalam program MBG tetap terjaga, demi kesehatan dan keselamatan para penerima manfaat. (Firmansyah/Mun)
-
PAPUA TENGAH05/04/2026 17:30 WIBKebakaran di Kilometer 9 Timika Hanguskan Dua Rumah dan Kandang Ternak
-
NASIONAL05/04/2026 10:00 WIBTNI AL Buka Suara Soal Peluru Nyasar di Gresik
-
NASIONAL05/04/2026 07:00 WIBPAN Bongkar Risiko WFH Seragam untuk Swasta
-
NUSANTARA05/04/2026 06:30 WIBKeji! Nenek 77 Tahun Dibunuh Cucu Sendiri
-
DUNIA05/04/2026 08:00 WIBMacron Tolak Perang, Kapal Prancis Tembus Selat Hormuz
-
NASIONAL04/04/2026 22:30 WIB143.948 Siswa Bersaing Ketat di SPAN-PTKIN
-
NUSANTARA05/04/2026 11:30 WIBTragis! Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas Dipalak Preman
-
JABODETABEK05/04/2026 05:30 WIBBMKG Sebut Hujan Bisa Turun Tiba-Tiba di Jabodetabek

















