NUSANTARA
Banjir Bandang Pulau Siau, Dua Korban Hilang Belum Ditemukan
AKTUALITAS.ID – Di hari keempat setelah banjir bandang dua orang korban masih dalam pencarian, masing-masing Andris Pianaung (laki-laki) dan Leonel Pianaung (laki-laki), keduanya warga Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur.
Tim SAR gabungan masih terus melanjutkan pencarian dua korban yang dilaporkan hilang tersebut hingga hari ini.
“Tim SAR gabungan terus melaksanakan pencarian, di mana operasi pencarian dilakukan mulai dari Last Known Position (LKP) rumah korban hingga ke wilayah pesisir,” kata Humas Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng di Manado, Kamis (8/1/2026).
Upaya pencarian dilakukan secara maksimal melalui penyisiran manual serta penggunaan alat berat untuk membersihkan material banjir yang menutup akses dan diduga menimbun korban.
Kegiatan operasi SAR ini melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, masyarakat, serta keluarga korban.
Tim SAR gabungan akan melanjutkan pencarian pada hari Jumat (9/1) sesuai dengan rencana operasi yang telah ditetapkan.
“Pencarian hari ini belum menemukan korban dan akan dilanjutkan besok,” ujar Kepala Seksi Operasi Basarnas Sulut, Ida Bagus menambahkan.
Bencana banjir bandang di Pulau Siau mengakibatkan 17 orang meninggal dunia, dua orang belum ditemukan, rumah rusak serta ratusan warga mengungsi.
(Purnomo/goeh)
-
NASIONAL13/03/2026 22:30 WIBKontraS Ungkap Kronologi Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus
-
NASIONAL13/03/2026 23:33 WIBAndrie Yunus Alami Luka di Wajah dan Dada Akibat Serangan Air Keras
-
NASIONAL13/03/2026 22:00 WIBMahasiswa Malang Sebut BoP Khianati UUD 1945
-
JABODETABEK14/03/2026 10:30 WIBDishub DKI Hentikan CFD Jakarta saat Libur Lebaran
-
DUNIA14/03/2026 08:00 WIBPentagon Sebut Mojtaba Khamenei Terluka Usai Jadi Pemimpin Iran
-
NASIONAL14/03/2026 07:00 WIBKader PKB Syamsul Auliya Ditangkap KPK dalam OTT Proyek Pemkab Cilacap
-
NASIONAL14/03/2026 09:00 WIBPRIMA Kecam Keras Dugaan Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS
-
NASIONAL14/03/2026 13:00 WIBAhmad Sahroni: Polisi Harus Transparan soal Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

















