Connect with us

NUSANTARA

Erupsi Gunung Ili Lewotolok dan Gunung Ibu, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID Aktivitas vulkanik meningkat di wilayah Indonesia timur. Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, dilaporkan mengalami erupsi pada Jumat (9/1/2026). Meski aktivitas erupsi cukup intens, status kedua gunung api masih berada pada Level II atau Waspada.

Gunung Ili Lewotolok Erupsi 162 Kali

Gunung Ili Lewotolok tercatat mengalami 162 kali erupsi sejak Jumat pagi. Letusan menghasilkan kolom asap setinggi 100 hingga 200 meter dari puncak kawah dengan warna putih hingga kelabu.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel, melaporkan erupsi disertai lontaran material pijar terbatas di sekitar kawah serta suara gemuruh berintensitas lemah hingga sedang.

“Gunung jelas hingga kabut skala 0–III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga berawan, dengan angin bertiup lemah sampai sedang ke arah timur. Suhu udara berkisar 24 hingga 30 derajat Celcius,” ujar Yeremias dalam laporan resmi.

Berdasarkan data pengamatan, amplitudo letusan tercatat 15,6 hingga 34,2 milimeter dengan durasi setiap erupsi sekitar 40 hingga 50 detik. Hingga kini, status aktivitas Gunung Ili Lewotolok tetap Level II (Waspada).

Imbauan PVMBG untuk Masyarakat

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat serta pengunjung agar tidak memasuki radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung. Selain itu, sektor selatan–tenggara dan barat dilarang untuk aktivitas dalam radius 2,5 kilometer dari kawah.

“Masyarakat diminta mewaspadai potensi guguran lava dan awan panas di sektor selatan, tenggara, barat, serta timur laut Gunung Ili Lewotolok,” jelas PVMBG.

Warga juga diminta tidak panik apabila mendengar suara gemuruh atau dentuman dari kawah, karena hal tersebut merupakan ciri aktivitas normal pada fase erupsi.

Gunung Ibu di Maluku Utara Juga Erupsi

Sementara itu, Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, juga dilaporkan mengalami erupsi pada pukul 07.09 WIT. Letusan tersebut menyemburkan abu vulkanik setinggi 400 meter di atas puncak gunung.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ibu, Darsono H Muhammad Nur, mengatakan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal, condong ke arah barat daya.

“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi sekitar 40 detik,” ujarnya.

Gunung api dengan ketinggian 1.325 meter di atas permukaan laut itu saat ini masih berstatus Level II (Waspada).

Radius Aman dan Imbauan Kesehatan

PVMBG meminta masyarakat dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah Gunung Ibu, serta perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah utara, sesuai bukaan kawah.

Jika terjadi hujan abu, warga yang beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker dan kacamata pelindung untuk menghindari paparan abu vulkanik.

Selain itu, masyarakat diminta tidak mudah terpancing informasi hoaks dan selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diimbau terus berkoordinasi dengan PVMBG di Bandung atau Pos Pengamatan Gunung Ibu di Desa Gam Ici, Kecamatan Ibu, untuk memperoleh informasi terkini terkait aktivitas gunung api. (Kusuma/Mun)

TRENDING

Exit mobile version