NUSANTARA
Status Siaga, PVMBG Perketat Zona Bahaya Gunung Semeru di Lumajang–Malang
AKTUALITAS.ID – Gunung Semeru, yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Kamis pagi, (8/1/2026). Dalam satu hari, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat empat kali erupsi, dengan tinggi kolom letusan mencapai 700 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, menyampaikan bahwa erupsi terbaru terjadi pada pukul 07.14 WIB. Kolom abu teramati menjulang setinggi 700 meter di atas puncak atau sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl).
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Kamis (8/1) pukul 07.14 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 700 meter di atas puncak,” ujar Sigit dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke barat laut. Aktivitas erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 14 milimeter dan durasi 120 detik.
Berdasarkan catatan petugas, Gunung Semeru telah mengalami empat kali erupsi sejak dini hari, yakni:
Pukul 00.33 WIB, tinggi kolom letusan 700 meter
Pukul 05.19 WIB, tinggi kolom letusan 600 meter
Pukul 05.25 WIB, tinggi kolom letusan 700 meter
Pukul 07.14 WIB, tinggi kolom letusan 700 meter
Saat ini, Gunung Semeru berstatus Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana.
PVMBG meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan, dengan radius 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.
“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan bahaya lontaran batu pijar,” tegas Sigit.
PVMBG turut mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar, terutama di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang merupakan anak Sungai Besuk Kobokan.
Masyarakat di sekitar kawasan gunung api diminta terus mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan BPBD setempat, serta segera mengungsi apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik yang membahayakan. (Kusuma/Mun)
-
POLITIK27/09/2026 06:00 WIBPSI: Urusan Pemilu Kok Nggak Kelar-Kelar
-
JABODETABEK27/09/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Berawan Seharian Minggu Ini
-
NUSANTARA26/09/2026 22:00 WIBTanggul Jebol! Banjir Setinggi Pinggang Hantam Aceh Tenggara
-
NASIONAL26/09/2026 23:00 WIBTipu Investor Malaysia Rp58,5 Miliar, Kombes F Resmi Masuk ‘Kandang’ Propam
-
RAGAM27/09/2026 19:30 WIBBukan Cuma Mancing! WMI Gandeng Raksasa BUMN Cetak Pengusaha Difabel di Bogor
-
DUNIA27/09/2026 00:00 WIBKota-Kota di Libya Lumpuh Diterjang Banjir Besar
-
NUSANTARA27/09/2026 08:30 WIB3 Pekerja Tertimbun Longsor Saat Bangun Talut di Sleman
-
EKBIS27/09/2026 09:00 WIBGede Sandra: Kelas Menengah Jadi Penentu Nasib Ekonomi Indonesia