Connect with us

NUSANTARA

BPBD Catat 1.359 Rumah Terendam Banjir di OKU Timur Sumatra Selatan

Aktualitas.id -

Ilustrasi banjir, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Bencana banjir di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatra Selatan, meluas dan berdampak pada empat kecamatan, merendam 1.359 rumah warga di 23 desa. Banjir dipicu hujan deras yang menyebabkan luapan sungai hingga menggenangi permukiman penduduk.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumatra Selatan, Sudirman, mengatakan banjir meluas ke Kecamatan Belitang II, Belitang III, Semendawai Suku III, dan Belitang Mulya.

“Banjir meluas ke empat kecamatan meliputi Belitang II, Belitang III, Semendawai Suku III, dan Belitang Mulya,” kata Sudirman di Martapura, Sabtu.

Ia merinci, banjir paling parah terjadi di Kecamatan Belitang II dengan 871 rumah terendam di delapan desa. Sementara di Kecamatan Belitang III, tercatat 101 rumah di enam desa terdampak.

Selain itu, banjir juga merendam 261 rumah warga di empat desa Kecamatan Semendawai Suku III serta 126 rumah di lima desa Kecamatan Belitang Mulya.

“Total sebanyak 1.359 rumah warga di 23 desa yang tersebar di empat kecamatan tersebut terdampak bencana alam,” ungkapnya.

Menurut Sudirman, meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir tersebut mengganggu aktivitas masyarakat. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai 1,5 meter di sejumlah titik.

Menanggapi kondisi tersebut, BPBD Sumsel bersama BPBD OKU Timur telah menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan kaji cepat lintas sektor guna memastikan kebutuhan warga terdampak serta mengantisipasi risiko lanjutan.

“Kondisi saat ini banjir sudah berangsur surut, namun masih ada sebagian wilayah yang tergenang,” ujar Sudirman.

Ia menambahkan, petugas BPBD masih bersiaga di lokasi banjir untuk mengantisipasi potensi bencana susulan, mengingat cuaca di wilayah OKU Timur masih berpotensi hujan.

BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan banjir, serta segera melapor jika terjadi peningkatan debit air. (Irawan/Mun)

TRENDING