Connect with us

NUSANTARA

Gunung Semeru Meletus, Abu Vulkanik Tebal Mengarah ke Utara dan Timur Laut

Aktualitas.id -

Gunung Semeru erupsi pada Minggu (18/8/2024) pukul 11.49 WIB (PVMBG)

AKTUALITAS.ID – Gunung Semeru kembali erupsi pada Jumat pagi, 13 Februari 2026, sekitar pukul 07.42 WIB. Letusan gunung tertinggi di Pulau Jawa ini menyemburkan kolom abu setinggi 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas cukup tebal dan bergerak ke arah utara serta timur laut. Erupsi juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 133 detik.

Petugas Pos Pantau Gunung Semeru, Sigit Rian, mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

“Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak,” ujarnya.

Warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru karena berisiko terdampak lontaran batu pijar.

Selain itu, masyarakat diimbau waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang terhubung.

Sepanjang tahun 2026, Gunung Semeru tercatat telah mengalami 300 kali erupsi. Hingga Jumat (13/2/2026) pukul 07.59 WIB, status gunung api yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ini masih berada pada Level III atau Siaga.

Data PVMBG menunjukkan, dalam periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB saja, terjadi 24 kali gempa letusan dengan amplitudo 15–22 mm dan durasi 50–153 detik. Selain itu, tercatat tiga kali gempa guguran dengan amplitudo 2–15 mm dan durasi 48–82 detik.

Otoritas mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dan mematuhi rekomendasi keselamatan guna mengantisipasi potensi bahaya erupsi Gunung Semeru yang masih tinggi. (Kusuma/Mun)

TRENDING