OASE
Hari Ditimbangnya Amal-amal Manusia
AKTUALITAS.ID – Dalam ajaran Islam, sekecil apapun perbuatan baik atau perbuatan buruk manusia sewaktu hidup di dunia akan ditimbang kemudian dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Rasulullah SAW memberitahukan kepada umatnya bahwa dunia ini hanya sementara. Dan setiap orang akan meninggal, maka mereka akan masuk ke alam akhirat. Pada alam tersebut akan terbagi menjadi beberapa fase, salah satunya adalah hari ditimbangnya amal manusia dinamakan Yaumul Mizan.
Yaumul Mizan juga terdapat dalam firman Allah SWT dalam Al-Qur’an melalui surah Al-Anbiya ayat 47:
وَنَضَعُ الْمَوَازِيْنَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔاۗ وَاِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ اَتَيْنَا بِهَاۗ وَكَفٰى بِنَا حٰسِبِيْنَ
Artinya: “Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tiada seseorang dirugikan walau sedikit. Sekalipun hanya seberat biji sawi pasti Kami mendatangkan (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan.”
Serta surah Al-Mu’minun ayat 102-103:
فَمَنۡ ثَقُلَتۡ مَوَازِيۡنُهٗ فَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ ١٠٢
وَمَنۡ خَفَّتۡ مَوَازِيۡنُهٗ فَاُولٰٓٮِٕكَ الَّذِيۡنَ خَسِرُوۡۤا اَنۡفُسَهُمۡ فِىۡ جَهَـنَّمَ خٰلِدُوۡنَ ۚ ١٠٣
Artinya: “Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam.”
Timbangan amal baik dan amal buruk manusia selama hidupnya disebut Mizan. Sedangkan Yaumul Mizan adalah hari penimbangan amal baik dan buruk manusia. Apa yang terjadi selama Yaumul Mizan?
Yaumul Mizan merupakan tindak lanjut dari hisab dan masa penentuan sebelum hari pembalasan atau Yaumul Jaza.
Setelah amal manusia dihisab, akan ditimbang menggunakan neraca keadilan atau mizan.
Mizan merupakan salah satu perwujudan atau bukti bahwa Allah sangat adil dalam melaksanakan hisab. Pasalnya, semua amal perbuatan manusia dari yang terkecil sampai yang terbesar akan ditimbang, tanpa terkecuali dan tanpa terlewat. Hasil dari penimbangan ini menentukan apakah seseorang akan hidup bahagia atau sengsara di akhirat.
Barang siapa yang timbangan amal baiknya lebih berat dibanding amal buruknya, maka akan masuk surga. Begitu pula sebaliknya apabila amal buruknya lebih berat, maka akan masuk neraka pada saat hari pembalasan.
Adapun timbangan yang digunakan untuk menghitung dosa atau pahala seseorang, bentuk dan ukurannya sulit dibayangkan karena hanya Allah yang mengetahuinya. Sebagian ulama menggambarkan kedua takaran timbangan tersebut lebih luas dari lapisan langit dan bumi Allah.
Demikianlah penjelasan mengenai hari ditimbangnya amal manusia dinamakan Yaumul Mizan. Terdapat suatu kisah yang memberitahukan kepada kita bahwa kehidupan dan kebaikan yang dapat dilakukan oleh manusia karena rahmat Allah SWT. (goeh)
-
JABODETABEK25/03/2026 21:30 WIBPemilik dan Manajer Tempat Hiburan WR, Ditangkap Polisi
-
NASIONAL25/03/2026 23:00 WIBBuntut Kasus Penyiraman Air Keras, Jabatan Kabais Telah Diserahkan
-
NASIONAL26/03/2026 06:00 WIBDemokrat Tegaskan Anies Tak Diundang ke Halalbihalal SBY di Cikeas
-
NUSANTARA26/03/2026 00:01 WIBRekayasa Lalu Lintas One Way di Ruas Tol Cipali Dihentikan
-
FOTO26/03/2026 13:38 WIBFOTO: Penumpang Whoosh Meningkat 11 Persen di Libur Lebaran 2026
-
NUSANTARA26/03/2026 06:30 WIBBiadab! WNA China Diduga Diperkosa dan Dirampok Pria Misterius di Bali
-
DUNIA25/03/2026 22:00 WIBJepang Siap Sambut Kedatangan Prabowo
-
OTOTEK25/03/2026 23:30 WIBRedmi Note 15 SE Bakal Dirilis

















