OASE
Surat Ghafir: Jawaban Tegas atas Perdebatan Kaum Kafir, Fitnah Dajjal, dan Ajakan Murtad
AKTUALITAS.ID – Surat Ghafir, yang berarti “Yang Maha Mengampuni”, merupakan surat ke-40 dalam Al-Qur’an yang sarat dengan pelajaran tauhid dan kebesaran Allah SWT. Surat Makkiyah yang terdiri dari 85 ayat ini juga dikenal dengan nama Surat Al-Mu’min (Orang yang Beriman).
Di balik kandungannya yang agung, terdapat Asbabun Nuzul atau sebab-sebab turunnya beberapa ayat penting dalam surat ini. Imam As-Suyuti menjelaskan setidaknya tiga peristiwa utama yang melatarbelakangi turunnya ayat 4, 56, dan 66, yang berkaitan langsung dengan tantangan dakwah Rasulullah SAW.
Berikut adalah penjelasan Asbabun Nuzul Surat Ghafir berdasarkan riwayat-riwayat yang telah dirangkum.
1. Jawaban atas Perdebatan (Ayat 4)
Pada ayat 4, Allah SWT berfirman:
“Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah engkau (Muhammad) tertipu oleh keberhasilan usaha mereka di seluruh negeri.” (QS. Ghafir: 4)
Imam Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari As-Suddi dari Abu Malik, bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Al-Harits bin Qais As-Sahmi. Ayat ini diturunkan sebagai teguran dan penguat bagi Nabi Muhammad SAW agar tidak terpedaya oleh argumen dan keberhasilan duniawi orang-orang kafir yang selalu memperdebatkan kebenaran Al-Qur’an.
2. Peringatan Dini Fitnah Dajjal (Ayat 56)
Salah satu Asbabun Nuzul yang paling menarik dalam surat ini berkaitan dengan fitnah Dajjal. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan (bukti) yang sampai kepada mereka, yang ada dalam dada mereka hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang tidak akan mereka capai, maka mintalah perlindungan kepada Allah…” (QS. Ghafir: 56)
Diriwayatkan dari Abdul Aiyah, ayat ini turun ketika sekelompok orang Yahudi mendatangi Rasulullah SAW. Mereka berbicara tentang Dajjal yang akan muncul di akhir zaman dan membesar-besarkan perkaranya.
Riwayat lain dari Ka’ab bin Al-Ahbar menegaskan bahwa ayat ini turun spesifik mengenai orang-orang Yahudi dan penantian mereka akan “urusan Dajjal”. Allah SWT mengungkap bahwa yang ada dalam dada mereka hanyalah “keinginan akan kebesaran” (kesombongan) yang tak akan tercapai, dan memerintahkan Nabi untuk berlindung (isti’adzah) kepada Allah dari fitnah besar tersebut.
3. Penolakan Tegas Ajakan Murtad (Ayat 66)
Ayat 66 turun sebagai jawaban tegas atas upaya kaum kafir Quraisy untuk mengembalikan Nabi Muhammad SAW ke agama nenek moyang mereka.
“Katakanlah (Muhammad), ‘Sungguh, aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah, setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku; dan aku diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seluruh alam’.” (QS. Ghafir: 66)
Juwaibir meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa tokoh kafir Al-Walid bin Al-Mughirah dan Syaibah bin Rabi’ah mendatangi Nabi. Mereka berkata, “Wahai Muhammad, tarik kembali apa yang telah engkau katakan dan teruslah mengikuti agama ayah-ayahmu dan nenek moyangmu.”
Ayat ini pun turun sebagai perintah langsung kepada Nabi untuk menolak ajakan tersebut dengan argumentasi yang jelas: larangan itu datang setelah bukti-bukti (bayyinat) yang nyata dari Allah, Tuhan semesta alam.
Makna di Balik Nama Al-Mu’min dan Ghafir
Selain Asbabun Nuzul tersebut, Surat Ghafir memiliki keistimewaan pada namanya. Nama Al-Mu’min (Orang yang Beriman) diambil dari kisah seorang pria beriman dari keluarga Fir’aun yang menyembunyikan imannya kepada Nabi Musa (disebutkan pada ayat 28).
Sementara nama Ghafir (Yang Maha Mengampuni) diambil dari ayat 3, yang menegaskan sifat Allah sebagai “Yang Mengampuni dosa dan Menerima taubat.” Ayat ini menjadi pesan pengharapan bagi setiap hamba-Nya untuk tidak putus asa dari rahmat Allah, selama mereka bersedia bertaubat dengan sungguh-sungguh. (Mun)
-
PAPUA TENGAH16/02/2026 16:46 WIBPria Paruh Baya di Mimika Ditemukan Gantung Diri
-
NASIONAL16/02/2026 18:30 WIBBareskrim: AKBP Didik Miliki Narkoba untuk Konsumsi
-
PAPUA TENGAH16/02/2026 15:16 WIBTiga Unsur Ini Punya Peran Penting untuk Penyelesaian Tapal Batas Kapiraya
-
OLAHRAGA16/02/2026 19:41 WIBDidukung PTFI, Tiga Pemain PFA Tempah Kemampuan di Klub Austria
-
OLAHRAGA16/02/2026 20:30 WIBBayern Muenchen Masih Perkasa di Puncak Klasemen
-
RAGAM16/02/2026 13:30 WIBHilal Diprediksi Tak Terlihat 17 Februari, Ini Perkiraan Awal Ramadan 2026 di Berbagai Negara
-
EKBIS16/02/2026 10:30 WIBNilai Tukar Rupiah Naik Tipis, Ini Penyebabnya
-
EKBIS16/02/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Turun Rp14.000 Hari Ini, Ini Detailnya

















