Connect with us

OASE

Empat Keutamaan Surat Ar-Ra’d yang Diriwayatkan dalam Hadis

Aktualitas.id -

Surat Ar-Ra’d, Foto: Ist

AKTUALITAS.ID – Kelebihan Surat Ar-Ra’d menjadi salah satu pembahasan menarik dalam kajian Al-Qur’an karena surat ini mengandung pesan tauhid, kekuasaan Allah, serta keutamaan bagi siapa saja yang mengamalkannya. Surat Ar-Ra’d merupakan surat ke-13 dalam Al-Qur’an, terdiri dari 43 ayat, dan tergolong surat Makkiyyah.

Secara bahasa, Ar-Ra’d berarti guruh atau petir. Penamaan Surat Ar-Ra’d diambil dari salah satu ayatnya yang berbunyi, “Dan guruh itu bertasbih memuji-Nya”, yang menggambarkan kesucian dan keagungan Allah SWT. Sebagaimana Al-Qur’an yang membawa kabar gembira sekaligus peringatan, fenomena guruh pun menghadirkan rasa harap dan takut bagi manusia.

Kandungan Utama Surat Ar-Ra’d

Salah satu isi terpenting dalam Surat Ar-Ra’d adalah penegasan bahwa bimbingan Allah berjalan sesuai hukum sebab-akibat (kausalitas). Dalam pandangan Allah, tidak ada perlakuan istimewa bagi siapa pun. Setiap manusia akan memperoleh balasan yang setimpal dengan perbuatannya. Ketaatan berbuah pahala, sementara keingkaran mendatangkan hukuman.

Selain kandungan makna tersebut, Surat Ar-Ra’d juga memiliki sejumlah keutamaan dan khasiat yang diyakini berdasarkan riwayat dan penjelasan para ulama.

Empat Kelebihan Surat Ar-Ra’d

Pertama, Surat Ar-Ra’d termasuk golongan Al-Matsani, yaitu surat yang diberikan kepada Rasulullah SAW sebagai pengganti kitab Injil. Hal ini menunjukkan kedudukan istimewa Surat Ar-Ra’d dalam Al-Qur’an.

Kedua, Surat Ar-Ra’d dipercaya memiliki manfaat sebagai wasilah keselamatan dari petir, serta menjadi sebab masuk surga tanpa hisab bagi orang yang beriman dan istiqamah membacanya. Bahkan, orang tersebut juga dapat memberikan pertolongan kepada keluarga dan kerabatnya kelak.

Dalam kondisi hujan deras disertai petir, umat Islam dianjurkan membaca Surat Ar-Ra’d ayat 13, sebagai bentuk tawakal dan doa perlindungan kepada Allah SWT:

“Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya. Dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki…” (QS. Ar-Ra’d: 13)

Abi Abdillah pernah berkata, “Barangsiapa yang bacaan terbanyaknya adalah Surat Ar-Ra’d, maka Allah tidak akan menimpakannya dengan petir. Jika ia beriman, Allah akan memasukkannya ke dalam surga tanpa hisab dan ia dapat menolong keluarga serta saudara-saudaranya.” (Tsawabul A’mal: 135)

Ketiga, orang yang membaca Surat Ar-Ra’d dijanjikan pahala sepuluh kebaikan dengan timbangan seberat seluruh awan yang berlalu. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, orang yang membaca surat ini akan dibangkitkan pada hari kiamat termasuk golongan yang menepati janji Allah SWT.

Keempat, Surat Ar-Ra’d juga diamalkan sebagai doa memohon kesembuhan dan perlindungan dari penyakit dalam, khususnya bagi orang yang sedang sakit. Ayat yang sering dibaca adalah ayat 28, yang menegaskan bahwa hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Dengan memahami makna, kandungan, dan kelebihan Surat Ar-Ra’d, umat Islam diharapkan tidak hanya membacanya, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Surat ini menjadi pengingat akan kekuasaan Allah, keadilan-Nya, serta pentingnya ketenangan hati melalui zikir dan keimanan. (Mun)

TRENDING