OTOTEK
Bahaya Jaringan 2G, Picu Ancaman Siber yang Mengintai di Era 5G
AKTUALITAS.ID – Meski teknologi komunikasi terus berkembang pesat menuju 4G dan 5G, jaringan 2G yang dulu berjaya kini kembali menjadi perhatian. Namun, bukan karena keunggulannya, melainkan risiko keamanan yang mengkhawatirkan. Dalam era di mana teknologi jaringan semakin canggih, jaringan 2G ternyata masih digunakan di banyak tempat, memicu kekhawatiran para pakar keamanan siber.
Google baru-baru ini mengeluarkan peringatan terkait ancaman yang tersembunyi dalam jaringan 2G. Dalam sebuah posting blog, Google menjelaskan bagaimana penyerang dapat mengeksploitasi kelemahan jaringan 2G untuk melancarkan serangan siber yang dikenal dengan nama smishing.
Smishing merupakan kombinasi antara SMS dan phishing, di mana penyerang mengirim pesan teks palsu untuk menipu pengguna agar memberikan informasi pribadi atau mengunduh malware.
Jaringan 2G, meskipun sudah dianggap usang, masih rentan terhadap serangan dari perangkat yang disebut stingray atau false base stations (FBS). Perangkat ini meniru menara seluler yang sah, memaksa ponsel untuk terhubung ke mereka. Setelah terhubung, penyerang dapat menyadap komunikasi, menangkap data panggilan, pesan teks, dan bahkan menyebarkan malware ke perangkat pengguna tanpa sepengetahuan mereka.
Dilaporkan oleh Gizchina pada Minggu (25/8/2024), serangan ini menjadi semakin berbahaya karena stingray mudah diakses dan dioperasikan. Dengan pengetahuan teknis yang cukup, pelaku kejahatan bisa menyembunyikan perangkat ini di dalam kendaraan atau tas ransel, lalu dengan mudah menjalankan aksinya. Hal ini membuat jaringan 2G, yang dulu menjadi standar, kini menjadi sumber ancaman serius bagi privasi dan keamanan pengguna.
Untuk melawan ancaman ini, GSMA melalui Fraud and Security Group (FASG) telah mengeluarkan panduan untuk meningkatkan kesadaran akan risiko jaringan 2G. Salah satu rekomendasi yang muncul adalah menonaktifkan koneksi 2G pada perangkat Android. Fitur ini pertama kali diperkenalkan pada ponsel Google Pixel dengan Android 12 pada awal 2022 dan sekarang tersedia di berbagai perangkat lainnya.
Dengan menonaktifkan konektivitas 2G, pengguna dapat melindungi diri mereka dari potensi serangan yang menggunakan teknologi lama ini. Langkah ini menjadi semakin penting di tengah maraknya serangan siber yang memanfaatkan kelemahan jaringan usang, terutama dengan semakin canggihnya teknologi yang ada saat ini. (YAN KUSUMA/RAFI)
-
JABODETABEK29/01/2026 15:30 WIBWaspada Hujan Panjang, Pemprov DKI Putuskan PJJ dan WFH Lanjut hingga 1 Februari
-
DUNIA29/01/2026 15:00 WIBAS Dorong Pelucutan Senjata Hamas Lewat Iuran Internasional Dewan Perdamaian
-
RIAU29/01/2026 16:00 WIBKomitmen Menjaga Marwah Institusi, Kapolda Riau Pimpin PTDH 12 Personel Pelanggaran Berat
-
NASIONAL29/01/2026 14:00 WIBBMKG Bantah OMC Picu Banjir Besar
-
DUNIA29/01/2026 19:00 WIBGagal Lakukan Perundingan, Trump Pertimbangkan Serangan Baru ke Iran
-
RIAU29/01/2026 20:00 WIBLima Ajang Wisata Riau Masuk Karisma Event Nusantara 2026
-
OTOTEK29/01/2026 14:30 WIBJudi Online Masih Menggila, PPATK Catat Transaksi Rp286 Triliun
-
NASIONAL29/01/2026 18:30 WIBKRI Prabu Siliwangi-321 Lakukan Uji Tembak Meriam 127 MM

















