DUNIA
Qatar Setuju Usir Hamas dari Negara Setelah Diminta AS
AKTUALITAS.ID – Qatar dilaporkan setuju untuk mengusir anggota kelompok militan Hamas dari negaranya setelah mendapat permintaan dari Amerika Serikat (AS). Pengusiran ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mencapai gencatan senjata di Gaza, Palestina, yang hingga saat ini belum membuahkan hasil.
AS telah menginstruksikan Qatar untuk menghentikan perlindungan terhadap Hamas yang telah lama tinggal di ibu kota Qatar, Doha. Permintaan ini disampaikan oleh AS sekitar dua pekan lalu dan akhirnya disepakati oleh Qatar. Sumber pejabat AS menyatakan bahwa setelah menolak sejumlah usulan gencatan senjata dan pembebasan sandera, para pemimpin Hamas seharusnya tidak lagi diterima di ibu kota mitra AS manapun.
Negosiasi gencatan senjata di Gaza telah berlangsung berbulan-bulan tanpa hasil yang signifikan. Qatar, yang sebelumnya memainkan peran penting bersama AS dan Mesir dalam merundingkan solusi perdamaian, kini berkomitmen untuk menghentikan dukungannya terhadap Hamas.
Namun, sampai sekarang belum ada informasi pasti mengenai waktu dan tempat pengusiran anggota Hamas dari Qatar. Turki disebut-sebut sebagai salah satu pilihan potensial untuk menjadi tempat persinggahan mereka setelah meninggalkan Qatar.
Langkah ini mengikuti peringatan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, yang telah mengingatkan Hamas akan risiko pengusiran jika mereka terus menolak gencatan senjata yang diusulkan. (Yan Kusuma)
-
NUSANTARA31/08/2026 16:00 WIBPengamat SDI: Janji 15 Desember Jadi Pesan Tegas Dasco kepada Pendemo
-
EKBIS31/08/2026 11:30 WIBDaftar Harga BBM Swasta vs Pertamina per 31 Agustus 2026
-
NUSANTARA31/08/2026 11:45 WIBSinabung Erupsi, Abu Hitam Membumbung 3,5 Kilometer
-
RIAU31/08/2026 11:15 WIBTurnamen Menembak Bengkalis Berakhir Damai & Sportif
-
NASIONAL31/08/2026 11:00 WIBKBPP Polri Tantang DPR Buktikan Janji UU Perampasan Aset
-
RIAU31/08/2026 16:27 WIBTurnamen Menembak Perbakin Bengkalis Berakhir, Atlet Siak dan Bengkalis Dominasi Juara
-
NASIONAL31/08/2026 13:00 WIBMenko Yusril: Jangan Percaya Info Hoaks Ricuh Pejompongan
-
NUSANTARA31/08/2026 12:30 WIBBNPB: Hotspot Kalteng Naik Drastis, 876 Titi

















