OTOTEK
Shutdown vs Sleep Mode: Mana yang Bikin Boros Listrik? Cek Faktanya di Sini
AKTUALITAS.ID – Banyak dari kita memiliki kebiasaan hanya menutup layar laptop (mode sleep) setelah selesai bekerja tanpa mematikannya secara penuh (shut down). Meski praktis, tahukah Anda bahwa kebiasaan sepele ini diam-diam terus menyedot listrik dan bisa membebani tagihan Anda secara signifikan dalam jangka panjang?
Sebuah eksperimen yang dilakukan oleh Popsci mengungkap biaya tersembunyi dari kebiasaan ini. Hasilnya cukup mengejutkan: membiarkan laptop dalam kondisi sleep sambil tetap tercolok ke stopkontak bisa menghabiskan biaya listrik hingga Rp 298 ribu dalam setahun.
Bagaimana Listrik Bisa Terkuras?
Saat laptop berada dalam mode sleep atau siaga, perangkat memang tidak melakukan operasi berat. Namun, laptop tetap membutuhkan pasokan daya listrik untuk satu fungsi krusial: menjaga Random Access Memory (RAM) tetap aktif. RAM inilah yang menyimpan semua pekerjaan Anda yang belum ditutup, seperti dokumen, aplikasi, dan tab browser, sehingga Anda bisa langsung melanjutkannya saat membuka laptop kembali.
Dalam pengujian menggunakan alat ukur Kill A Watt, ditemukan bahwa laptop dalam mode sleep yang tercolok selama 15 jam mengonsumsi daya sebesar 0,02 kWh.
Dengan asumsi tarif listrik rumah tangga besar (R-3/TR) sebesar Rp 1.699,53 per kWh, biaya yang timbul selama 15 jam tersebut memang hanya sekitar Rp 34. Namun, jika kebiasaan ini dilakukan setiap hari sepanjang tahun, total akumulasi biayanya bisa mencapai angka Rp 298 ribu.
Bukan Cuma Soal Listrik, Ini Alasan Laptop Perlu di-Shutdown
Meskipun konsumsi listrik laptop mode sleep tidak sebesar lampu bohlam 60 watt, para ahli tetap menyarankan untuk mematikan (shut down) laptop secara rutin. Alasannya bukan hanya untuk menghemat energi, tetapi juga untuk menjaga “kesehatan” perangkat Anda.
Berikut adalah beberapa manfaat penting dari mematikan laptop secara berkala:
Menghilangkan Bug: Saat laptop hanya di-sleep, bug atau eror kecil pada software dapat menumpuk di dalam memori. Seiring waktu, ini bisa menyebabkan laptop menjadi lambat atau tidak stabil. Proses restart atau shut down akan membersihkan memori dan memulai sistem dari awal.
Meningkatkan Performa: Perangkat yang menyala terus-menerus cenderung mengalami penurunan performa. Mematikannya secara rutin dapat mengembalikan kesegaran sistem dan membuatnya berjalan lebih lancar.
Penting untuk Perangkat Tertentu: Komputer bertenaga tinggi seperti PC gaming sebaiknya dimatikan saat tidak digunakan dalam waktu lama (misalnya selama hari kerja) untuk efisiensi dan menjaga umur komponen.
Jadi, meskipun biaya listriknya tidak seboros yang dibayangkan untuk jangka pendek, membiarkan laptop dalam mode sleep terus-menerus memang menimbulkan biaya tambahan yang jika diakumulasikan cukup terasa. Lebih dari itu, mematikan laptop secara rutin adalah praktik terbaik untuk menjaga performa dan stabilitas perangkat Anda dalam jangka panjang. (Mun)
-
DUNIA05/05/2026 12:00 WIBKanselir Jerman: Amerika Tak Punya Rudal Cukup
-
FOTO05/05/2026 16:08 WIBFOTO: Depinas SOKSI Siap Gelar Rapimnas di Bandung
-
NASIONAL05/05/2026 13:00 WIBSETARA: Peradilan Militer Lindungi Pelaku Kasus Aktivis Kontras
-
NASIONAL05/05/2026 14:00 WIBLangkah Tegas! Prabowo Luncurkan Rencana Aksi Lawan Ekstremisme
-
JABODETABEK05/05/2026 12:30 WIBNenek di Tangsel Ditusuk Tetangga Saat Gendong Cucu
-
NUSANTARA05/05/2026 14:30 WIBPekerja Perumahan di Cianjur Tewas Tertimpa Beton
-
PAPUA TENGAH05/05/2026 16:00 WIBPFA Cari Bakat 2026: Menjelajah Tanah Papua Demi Menjaring Bintang Masa Depan
-
EKBIS05/05/2026 16:30 WIBPemerintah Siapkan Insentif 100 Ribu Mobil dan Motor Listrik