POLITIK
Pilkada 2020, Kemendagri Prediksi Kondisi Politik Indonesia Dinamis
AKTUALITAS.ID – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memprediksi kondisi politik pada 2020 nanti akan semakin dinamis, di mana pada tahun depan ada 270 daerah akan menggelar pemilihan kepala daerah atau pilkada serentak. “Indeks Demokrasi Indonesia memiliki tren terus naik dan pada 2020 akan ada perbaikan sistem politik dan pendidikan politik yang berjalan di masyarakat sehingga di […]
AKTUALITAS.ID – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memprediksi kondisi politik pada 2020 nanti akan semakin dinamis, di mana pada tahun depan ada 270 daerah akan menggelar pemilihan kepala daerah atau pilkada serentak.
“Indeks Demokrasi Indonesia memiliki tren terus naik dan pada 2020 akan ada perbaikan sistem politik dan pendidikan politik yang berjalan di masyarakat sehingga di tahun mendatang kondisi politik akan sangat dinamis,” kata Plt. Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum yang juga Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Bahtiar di kantornya, Jakarta, Selasa (31/12/2019).
Bahtiar menjelaskan, pendidikan politik masyarakat akan meningkat dengan dilaksanakannya pilkada serentak 2020 mendatang. Di mana Pilkada serentak 2020 akan melibatkan sekitar 107 juta pemilih atau 68 persen dari total DPT Pemilu 2019.
“Pilkada serentak akan membuat masyarakat semakin dewasa dalam berpolitik. Akan muncul pertarungan ide dan gagasan di ruang publik maupun parlemen sebagai bagian dari pendidikan politik bagi masyarakat,” ujarnya.
Bahtiar melanjutkan, selain Pilkada serentak pada 2020 akan terjadi dinamika politik lain yang tidak kalah menyita perhatian publik. Beberapa yang akan terjadi adalah pembahasan UU Pemilu, UU Partai Politik, UU Pilkada, UU MD3, dan UU Pemda. Kemungkinan nantinya akan dilaksanakan penyederhanaan atau semacam omnibus law regulasi bidang politik.
“Penyederhanaan regulasi di bidang politik bertujuan untuk menata sistem politik agar lebih baik dan lebih sehat,” ucapnya.
Bahtiar kembali menegaskan, tidak benar bila nantinya 2020 kondisi politik akan stagnan, justru akan sangat dinamis. Ia mengungkapkan pekerjaan paling besar tahun depan adalah soal pendidikan politik bagi masyarakat, karena melibatkan banyak faktor dan memiliki aspek yang sangat luas.
“Kesuksesan dari pendidikan politik bukan hanya dari tingkat partisipasi masyarakat datang ke TPS untuk mencoblos, namun lebih dari itu, bagaimana pemilih dapat mencoblos calon kepala daerah dengan pertimbangan objektif dan rasional dengan harapan kepala daerah yang terpilih adalah pemimpin yang memiliki kompetensi, integritas, kapabilitas, leadership, dan pemimpin perubahan lima tahun ke depan,” katanya.
-
RIAU11/04/2026 16:30 WIBRatusan Warga Geruduk Sebuah Rumah yang Diduga Jadi Sarang Narkoba
-
FOTO11/04/2026 15:09 WIBFOTO: Ahmad Sahroni Beberkan Kronologi Pemerasan Pegawai KPK Gadungan
-
JABODETABEK11/04/2026 21:30 WIBPerkuat Persatuan dan Teguhkan Identitas Jakarta di Lebaran Betawi
-
NASIONAL11/04/2026 23:00 WIBKPK Amankan Politisi PDIP yang Juga Adik Bupati Tulungagung
-
PAPUA TENGAH11/04/2026 22:00 WIBManajemen Freeport dan Serikat Pekerja Tandatangani PKB ke-24 Periode 2026-2028
-
DUNIA11/04/2026 20:30 WIBUni Eropa Didesak Tangguhkan Perjanjian Asosiasi Dengan Israel
-
PAPUA TENGAH11/04/2026 16:00 WIBBiasakan Hidup Bersih, Warga Diajak Gotong Royong Bersihkan Halaman Gereja
-
NASIONAL11/04/2026 18:00 WIBPanglima TNI Dampingi Presiden RI Saksikan Penyerahan Denda Administratif dan Penyelamatan Keuangan Negara Tahap VI