POLITIK
Wakil Ketua Komisi XIII DPR: Pilkada harus dipilih “secara langsung”
AKUALITAS.ID – Pasal 22E Ayat 1 UUD 1945 hasil amandemen berbunyi, bahwa Pemilihan Umum (Pemilu) dilaksanakan “secara langsung”, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali. Berdasarkan Putusan MK Nomor 110/ PUU-XXII/2025, Pilkada pun adalah bagian dari Pemilu.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR, Andreas Pareira, mengatakan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) harus dipilih “secara langsung” oleh rakyat karena hal tersebut tertuang dalam UUD 1945 hasil amandemen dan diperkuat oleh amanat dari putusan Mahkamah Konstitusi.
“Kaitan Pasal 18 Ayat 4 dan Pasal 22E ayat 1 UUD 1945, jelas dan tegas menyuratkan, bahwa dipilih secara demokratis itu maknanya tunggal, yaitu dipilih secara langsung,” kata Pareira, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Dalam sistem demokrasi, menurut dia, berlaku hukum yang tidak tertulis, yaitu “apa yang sudah diberikan kepada rakyat pantang untuk diambil kembali”.
Ia mengatakan, perubahan sistem pemilihan memang cenderung terlalu cepat, dari tidak langsung oleh DPRD menjadi pemilihan langsung oleh rakyat. Itu tentu termasuk pemilihan presiden, dari oleh MPR menjadi langsung oleh rakyat.
Namun jika hak demokrasi yang sudah diberikan kepada rakyat akan diambil kembali, dia menilai bahwa rakyat akan marah. Pasalnya, kata dia, hak yang sudah diberikan kepada rakyat akan diambil kembali oleh elit-elit yang ingin melanggengkan kekuasaannya.
“Menurut saya, lebih baik kita benahi sistem pemilihan langsung ini untuk menjadi lebih berkualitas secara demokratis, ketimbang mengambil kembali apa yang sudah diberikan kepada rakyat,” kata dia.
Ia menjelaskan, rumusan frasa “dipilih secara demokratis” dalam UUD 1945 sesungguhnya karena untuk menyikapi adanya Daerah Istimewa Yogyakarta dan DKI Jakarta.
Menurut dia, notulensi sejarah hasil rapat Panitia Ad Hoc Amandemen UUD 1945 dahulu, semangatnya adalah semua bentuk pemilu perlu adalah bersifat dipilih secara langsung oleh rakyat.
“Sungguh usulan kembali ke Pilkada tidak langsung itu bertentangan dengan UUD 1945 dan bertentangan dengan keadaban demokrasi, serta ahistoris,” kata dia.
Ari Wibowo/goeh
-
JABODETABEK17/08/2026 23:00 WIBTak Lihat Motor, Sopir Wing Box Lindas Pasutri Hingga Tewas di Tempat
-
EKBIS18/08/2026 10:30 WIBRupiah Melemah ke Rp17.840 per Dolar AS
-
RAGAM18/08/2026 11:15 WIBPolda Riau Bongkar Mata Rantai Emas PETI, Dua Orang Tersangka dan Rp972 Juta Disita
-
EKBIS18/08/2026 09:30 WIBUsai Libur HUT ke-81 RI, IHSG Tancap Gas Tembus Level 6.466
-
POLITIK18/08/2026 11:00 WIBGeger Pengupas Bawang, Iwan Sumule: Ada yang Sengaja Menjerumuskan Presiden
-
DUNIA18/08/2026 12:00 WIBHouthi Tembakkan Rudal Hipersonik ke Laut Merah
-
EKBIS18/08/2026 07:30 WIBBank-Bank Besar AS Dikepung Risiko AI
-
NASIONAL18/08/2026 14:00 WIBKomisi III Targetkan RUU Rampung Sebelum Desember