POLITIK
Rahasia di Balik Pintu Teuku Umar: Analis Beberkan Kemungkinan ‘Deal’ Prabowo-Mega
AKTUALITAS.ID – Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, pada Senin (7/4/2025) lalu, terus menjadi sorotan. Pakar komunikasi politik Hendri Satrio (Hensa) meyakini pertemuan empat mata tersebut bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan menyimpan sebuah ‘deal’ politik yang signifikan.
Keyakinan Hensa didasari oleh beberapa faktor, termasuk pengumuman pertemuan yang dilakukan secara mendadak oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, sehari setelah pertemuan berlangsung. Menurut Hensa, pengumuman ini adalah sinyal kuat adanya kesepakatan yang telah dicapai antara kedua tokoh bangsa tersebut.
“Kalau tidak ada deal, ya tidak akan diumumkan. Kalau ada deal, barulah dibuka bahwa pertemuan itu terjadi. Ini soal menjaga marwah dan dinamika politik,” ujar Hensa dalam keterangannya, Jumat (11/4/2025).
Lebih lanjut, Hensa menjelaskan ‘deal’ politik ini tidak selalu berkaitan dengan penambahan kekuasaan. Dalam konteks pertemuan Prabowo-Megawati, ia menduga kesepakatan yang terjadi bisa jadi terkait dengan upaya mempertahankan posisi yang sudah ada.
“Deal politik itu bukan cuma soal memperpanjang kekuasaan, tapi bisa juga mempertahankan kuasa yang sudah ada. Misalnya, Puan tetap Ketua DPR, padahal kalau mau, dengan kekuatan koalisi, UU MD3 bisa diubah. Atau Mas Pram yang tetap jadi Gubernur tanpa ada gangguan. Itu bagian dari menjaga kenikmatan yang sudah ada,” paparnya.
Meskipun PDIP telah menyatakan tetap berada di luar pemerintahan, Hensa menilai hal ini tidak bertentangan dengan adanya ‘deal’ politik. Ia berpendapat posisi oposisi justru lebih nyaman bagi PDIP, dan kesepakatan tetap bisa terjalin meskipun berada di luar kekuasaan.
Menariknya, Hensa juga menepis anggapan bahwa ‘deal’ politik ini berkaitan dengan kasus hukum yang menjerat Hasto Kristiyanto. Ia meyakini Prabowo bukanlah tipe pemimpin yang akan menggunakan intervensi hukum sebagai alat untuk mencapai kesepakatan politik.
“Prabowo bukan tipe yang akan masuk ke ranah intervensi hukum untuk deal. Jadi, kalau pun ada pembicaraan dengan Ibu Mega, bukan soal itu (Hasto),” tegasnya.
Hensa menekankan pertemuan Prabowo dan Megawati mencerminkan tingkat saling menghormati yang sangat tinggi antara dua tokoh besar tersebut. Ia tetap yakin pengumuman pertemuan oleh Dasco adalah indikasi kuat adanya kesepakatan tertentu di balik layar.
“Ini levelnya beda. Prabowo dan Megawati punya cara menghormati yang jauh di atas dinamika politik biasa. Kalau tidak ada apa-apa, ngapain diumumkan? Politik itu soal sinyal, dan sinyal ini jelas,” pungkasnya.
Pertemuan penting antara Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri yang berlangsung secara tertutup di kediaman Megawati pada Senin (7/4/2025) malam tersebut kini memunculkan berbagai spekulasi mengenai ‘deal’ politik yang mungkin telah disepakati. Publik pun menanti perkembangan selanjutnya dari pertemuan dua tokoh sentral dalam politik Indonesia ini. (Mun/Yan Kusuma)
-
EKBIS11/02/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Hari Ini Rabu 11 Februari 2026 Turun Rp7.000 per Gram
-
POLITIK11/02/2026 09:00 WIBPengamat: Proposal Zulhas Cawapres Prabowo Bukan Harga Mati bagi PAN
-
POLITIK11/02/2026 10:00 WIBGerindra: Keputusan Cawapres Prabowo 2029 Tergantung Koalisi
-
EKBIS11/02/2026 10:30 WIBDolar AS Keok, Rupiah dan Mata Uang Asia Kompak Pesta Pora
-
NASIONAL11/02/2026 11:00 WIBPelayanan Haji 2027, Kementerian Haji Minta Tambahan Anggaran Rp3,1 Triliun
-
JABODETABEK11/02/2026 08:30 WIBPolda Metro Jaya Gelar SIM Keliling di 5 Lokasi Jakarta Hari Ini
-
EKBIS11/02/2026 09:30 WIBIHSG Melonjak Tembus 8.200, Saham Energi dan Teknologi Pimpin Penguatan
-
DUNIA11/02/2026 12:00 WIBWHO Konfirmasi Kematian Perempuan di Bangladesh Akibat Virus Nipah

















