POLITIK
Bamsoet Desak Penataan Ulang Sistem Politik untuk Cegah Korup
AKTUALITAS.ID – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo, menilai mahalnya biaya pemilu menjadi salah satu faktor utama yang memicu praktik korupsi di berbagai daerah. Ia mendorong adanya penataan ulang sistem politik dan pemilu guna menekan potensi penyalahgunaan kekuasaan.
Menurut Bamsoet, sapaan akrabnya, sistem pemilu yang berbiaya tinggi kerap mendorong kepala daerah mencari cara untuk mengembalikan modal politik setelah terpilih.
“Pemilu yang berbiaya tinggi yang menimbulkan korupsi di mana-mana,” ujar Bamsoet, Senin (16/2/2026).
Ia menegaskan bahwa reformasi sistem politik harus menjadi agenda bersama antara DPR dan pemerintah. Penataan tersebut, kata dia, perlu dilakukan melalui revisi regulasi di tingkat undang-undang agar mampu menciptakan sistem pemilu yang lebih sehat dan transparan.
“Penataan sistem politik itu ada di Undang-Undang, itu berada di DPR yang akan dibicarakan kepada pemerintah,” jelasnya.
Bamsoet juga menyatakan dukungannya terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan sistem pemilu ke depan tidak lagi bersifat transaksional dan berbiaya tinggi.
Menurutnya, pembenahan substansial terhadap sistem politik menjadi kunci untuk memutus mata rantai korupsi yang kerap bermula dari mahalnya kontestasi politik. Reformasi tersebut diharapkan mampu menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, serta berorientasi pada kepentingan rakyat.
Isu biaya pemilu dan kaitannya dengan praktik korupsi memang menjadi perhatian publik dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah pihak menilai, tanpa reformasi sistemik, potensi korupsi akibat tekanan politik dan biaya kampanye yang tinggi akan terus berulang.
Dengan dorongan penataan ulang sistem politik, diharapkan pemilu di Indonesia dapat berjalan lebih demokratis, adil, dan bebas dari praktik korupsi. (Firmansyah/Mun)
-
NUSANTARA02/04/2026 17:00 WIBReaksi Cepat Prajurit TNI Tangani Dampak Gempa M 7,6 di Sulawesi Utara
-
NASIONAL02/04/2026 11:00 WIBSahroni Sebut Kasus Air Keras ke Puspom TNI Sudah Benar
-
PAPUA TENGAH02/04/2026 11:15 WIBKurang dari 12 Jam, Polisi Berhasil Amankan Pelaku Pencurian di Hotel 66
-
NUSANTARA02/04/2026 12:30 WIBRugi Miliaran!11 Sumur Minyak Ilegal Muba Meledak Berkeping-keping
-
NASIONAL02/04/2026 10:00 WIBEddy Soeparno Puji Langkah Berani Presiden Prabowo Selamatkan Harga BBM
-
EKBIS02/04/2026 10:30 WIBPidato Perang Donald Trump Bikin IHSG Hari Ini Runtuh ke Level 7.092
-
NASIONAL02/04/2026 16:30 WIBGugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Gus Hilmy: PBB Harus Hukum Israel, Pemerintah Jangan Gegabah Kirim Pasukan
-
NUSANTARA02/04/2026 14:30 WIBGempa Dahsyat Malut Bikin 3 Negara Waspada