Connect with us

RAGAM

Ada Kehidupan di Luar Bumi? Harapan Muncul dari Planet 40 Tahun Cahaya yang Mirip Bumi

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Foto: Ist

AKTUALITAS.ID – Pencarian dunia layak huni di luar Tata Surya menemui titik terang yang signifikan. Para astronom yang menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) telah menemukan indikasi kuat bahwa sebuah planet ekstrasurya bernama TRAPPIST-1 e kemungkinan memiliki atmosfer, dan yang lebih menarik, atmosfer tersebut tidak seperti Mars atau Venus.

Penemuan ini menempatkan TRAPPIST-1 e, sebuah planet berbatu yang berjarak 40 tahun cahaya dari Bumi, sebagai kandidat utama dalam pencarian dunia yang berpotensi menopang kehidupan.

Harapan Muncul dari Data James Webb

Dalam studi terbaru yang dipublikasikan di The Astrophysical Journal Letters, tim yang dipimpin oleh Néstor Espinoza dari Space Telescope Science Institute berhasil menganalisis data dari empat pengamatan awal terhadap TRAPPIST-1 e. Hasilnya, mereka tidak menemukan bukti yang bisa menyingkirkan keberadaan atmosfer di planet tersebut.

“Berdasarkan empat pengamatan pertama, kami tidak bisa memastikan bahwa planet ini tidak memiliki atmosfer. Jadi, harapan masih ada, bisa saja ia memiliki atmosfer,” kata Espinoza, seperti dikutip dari CNN International, Rabu (1/10/2025).

Optimisme ini mendorong timnya untuk merencanakan 15 pengamatan lanjutan guna mendapatkan data yang lebih konklusif.

Atmosfer Mirip Bumi, Bukan Mars

Studi lain yang dipublikasikan secara bersamaan memperkuat harapan ini. Analisis menunjukkan bahwa TRAPPIST-1 e kecil kemungkinannya memiliki atmosfer tebal yang kaya karbon dioksida, seperti yang ditemukan di Mars dan Venus.

Sebaliknya, jika planet ini memiliki atmosfer, kemungkinan besar komposisinya didominasi oleh nitrogen, serupa dengan atmosfer Bumi atau bulan es Saturnus, Titan. Hal ini menjadikan TRAPPIST-1 e sebagai target yang jauh lebih menarik untuk penelitian kehidupan alien.

“TRAPPIST-1 e tetap menjadi salah satu planet zona laik huni yang paling menarik,” ujar Sara Seager, profesor ilmu keplanetan di Massachusetts Institute of Technology (MIT). “Bukti yang menunjukkan bahwa atmosfernya tidak mirip Venus atau Mars membuat fokus kita semakin tajam pada kemungkinan-kemungkinan yang masih terbuka.”

Lompatan dari Fiksi Ilmiah ke Kenyataan

Kemampuan untuk mendeteksi dan menganalisis atmosfer planet yang begitu jauh merupakan sebuah lompatan teknologi yang luar biasa, yang dimungkinkan oleh kecanggihan Teleskop James Webb.

“Tiga tahun lalu, sebelum peluncuran James Webb, penelitian semacam ini masih terdengar seperti fiksi ilmiah,” kata Espinoza.

Kini, para ilmuwan berada di ambang penemuan besar. Mereka optimistis dalam waktu dekat akan dapat memastikan apakah TRAPPIST-1 e benar-benar memiliki atmosfer, dan jika ya, apakah komposisinya benar-benar mirip dengan rumah kita, Bumi.

“Sekarang saya cukup yakin kita akan bisa mengetahui jenis atmosfer apa yang dimiliki TRAPPIST-1 e, dan kalau ternyata mirip Bumi, kita bisa mengetahuinya,” pungkas Espinoza. (Mun)

TRENDING