Connect with us

RAGAM

Perlahan Tinggalkan Bumi, Bulan Bakal Bikin Gerhana Matahari Total Punah di Masa Depan

Aktualitas.id -

Ilustrasi bulan, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Jarak antara Bumi dan Bulan ternyata tidak selalu tetap. Seiring berjalannya waktu, Bulan diketahui bergerak perlahan menjauhi Bumi. Fenomena alam ini telah diamati dan diukur secara ilmiah selama puluhan tahun.

Berdasarkan Lunar Laser Ranging Experiment, para ilmuwan mengetahui perubahan jarak antara Bumi dan Bulan dengan tingkat akurasi tinggi. Eksperimen ini dimulai sejak misi Apollo pada era 1960-an, ketika para astronaut menempatkan reflektor khusus di permukaan Bulan.

Pengukuran jarak dilakukan dengan menembakkan sinar laser dari Bumi ke reflektor tersebut, lalu menghitung waktu yang dibutuhkan sinar untuk kembali ke Bumi. Dari pengamatan berulang selama puluhan tahun, para ilmuwan menemukan bahwa Bulan terus menjauh dari Bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 sentimeter per tahun.

Dampak Bulan Menjauh dari Bumi

Meski terdengar kecil, pergerakan Bulan ini memiliki dampak besar dalam jangka panjang. Salah satu konsekuensinya adalah perubahan pada fenomena Gerhana Matahari Total yang dapat diamati dari Bumi.

Saat ini, gerhana matahari total masih bisa terjadi karena ukuran Bulan tampak hampir sama dengan Matahari jika dilihat dari Bumi. Hal ini disebabkan oleh kebetulan kosmik: Matahari memiliki diameter sekitar 400 kali lebih besar dari Bulan, tetapi jaraknya juga sekitar 400 kali lebih jauh dari Bumi.

Namun, seiring Bulan menjauh, ukuran Bulan yang terlihat dari Bumi akan semakin mengecil. Akibatnya, Bulan tidak lagi mampu menutupi Matahari secara sempurna.

Menurut laporan IFL Science, pada masa depan gerhana matahari total tidak akan lagi bisa disaksikan dari Bumi. Fenomena tersebut perlahan akan berganti menjadi gerhana matahari cincin (annular eclipse).

Gerhana Matahari Total Akan Hilang

Ilmuwan NASA, Richard Vondrak, pada 2017 menjelaskan bahwa jumlah dan frekuensi gerhana matahari total akan terus berkurang seiring waktu.

“Seiring berjalannya waktu, jumlah dan frekuensi Gerhana Matahari Total akan menurun. Sekitar 600 juta tahun lagi, Bumi akan menyaksikan Gerhana Matahari Total untuk terakhir kalinya,” ujar Vondrak.

Sebagai catatan, sekitar 4 miliar tahun lalu, Bulan berada jauh lebih dekat ke Bumi. Pada masa itu, ukuran Bulan terlihat hingga tiga kali lebih besar dibandingkan saat ini, sehingga gerhana matahari total terjadi lebih sering dan dengan durasi yang lebih panjang.

Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi menjadi pengingat bahwa tata surya terus berubah, meskipun perubahan tersebut berlangsung sangat lambat dan hampir tak terasa dalam kehidupan manusia sehari-hari. (Mun)

TRENDING