OTOTEK
Kiamat HP Biasa? Penjualan Ponsel Lipat Diprediksi Meroket 30%
AKTUALITAS.ID – Industri smartphone global diproyeksikan menghadapi tekanan berat pada 2026. Krisis pasokan chip memori yang memengaruhi sektor elektronik konsumen diprediksi akan mendorong kenaikan harga perangkat hingga 20% di tingkat ritel. Kondisi ini berpotensi menekan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Laporan terbaru dari International Data Corporation (IDC) menyebutkan pasar HP global berisiko turun hingga 5% pada 2026 dalam skenario pesimistis. Penurunan ini terjadi seiring kenaikan harga jual rata-rata dan siklus penggantian perangkat yang semakin panjang.
HP Konvensional Melemah, HP Lipat Melonjak
IDC memperkirakan pengapalan HP konvensional non-foldable akan turun sekitar 1,4% pada 2026. Sebaliknya, kategori HP lipat justru diproyeksikan tumbuh signifikan hingga 29,7% secara tahunan.
Pertumbuhan ini dipicu oleh inovasi besar dari sejumlah produsen. Samsung Electronics disebut akan memulai 2026 dengan peluncuran Galaxy Z TriFold, ponsel lipat tiga yang menyasar pasar mainstream global.
Selain itu, kehadiran iPhone lipat pertama dari Apple Inc. pada akhir 2026 diprediksi menjadi katalis utama pertumbuhan segmen ini. IDC menilai langkah Apple akan membuka babak baru dan mempercepat adopsi HP lipat secara global.
Di sisi lain, vendor asal China seperti Huawei juga diperkirakan mencatat lonjakan pengapalan perangkat lipat berbasis HarmonyOS Next, dengan pertumbuhan hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Android Masih Dominan
Dalam proyeksi IDC, sistem operasi Android diperkirakan menguasai 61% pasar HP lipat pada 2026. Sementara Apple berpotensi meraih 22% pangsa pasar, dan HarmonyOS Next sekitar 17%.
Meski secara volume HP lipat masih tergolong segmen khusus, perangkat ini menjadi pendorong nilai (value driver) utama karena harga jual rata-ratanya bisa mencapai tiga kali lipat dibanding HP standar.
Industri Butuh Inovasi
Sikap konsumen yang cenderung mempertahankan HP lebih lama membuat industri smartphone menghadapi titik jenuh. Dalam kondisi tersebut, inovasi seperti layar lipat menjadi strategi penting untuk mendorong peningkatan dan menciptakan nilai baru.
IDC memperkirakan kategori HP lipat akan tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 17% hingga 2029. Sebaliknya, segmen HP konvensional diproyeksikan stagnan dengan pertumbuhan kurang dari 1%.
Meski begitu, seluruh proyeksi ini tetap bergantung pada dinamika pasar global, termasuk stabilitas ekonomi dan ketersediaan pasokan chip di masa mendatang. (Firmansyah/Mun)
-
EKBIS20/10/2026 17:00 WIBEkonom Ingatkan Bahaya Reputasi Indonesia di Mata Investor Global
-
DUNIA20/10/2026 21:00 WIBIran Perketat Ancaman di Selat Hormuz
-
POLITIK20/10/2026 20:00 WIBGolkar Klaim Indonesia Tumbuh Cepat di Era Prabowo-Gibran
-
NASIONAL20/10/2026 17:15 WIBDua Tahun Prabowo-Gibran, Survei ASI Ungkap CKG dan Sekolah Rakyat Jadi Program Favorit
-
POLITIK20/10/2026 09:00 WIBDPR Panggil KPU-Bawaslu soal PKPU
-
EKBIS20/10/2026 19:00 WIBIHSG Ditutup Menguat 5,65 Persen ke Level 5.278
-
JABODETABEK20/10/2026 08:30 WIBTerkuak! Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe Diduga Dipicu Bullying
-
NUSANTARA20/10/2026 22:00 WIBAksi Kasar Ajudan Gubernur Kaltim Senggol Demonstran Wanita

















