DUNIA
Iran Perketat Ancaman di Selat Hormuz
AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan sebuah kapal tanker minyak terbakar usai menghantam ranjau laut saat melintasi jalur perairan strategis tersebut.
Insiden terbaru ini semakin mempertegas meningkatnya risiko pelayaran di salah satu jalur energi terpenting dunia, yang selama ini menjadi urat nadi distribusi minyak dan gas global.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut kapal tanker tersebut menghantam ranjau laut di wilayah selatan Selat Hormuz, memicu ledakan yang berujung kebakaran di ruang mesin kapal.
“Sebuah kapal tanker minyak, yang melakukan pelanggaran, menghantam sebuah ranjau laut di sebelah selatan Selat Hormuz, yang mengakibatkan ledakan dan kebakaran di ruang mesinnya,” demikian pernyataan IRGC yang dikutip media pemerintah Iran.
Hingga kini, otoritas Iran tidak mengungkap identitas kapal tanker tersebut maupun waktu pasti terjadinya insiden. Besarnya kerusakan kapal dan kemungkinan korban jiwa juga masih belum diketahui.
IRGC mengklaim kapal itu memasuki “rute selatan yang tidak diizinkan” dan berlayar dengan seluruh sistem identifikasi serta navigasi dalam keadaan nonaktif sejak awal perjalanan.
Peringatan keras pun kembali dilontarkan Teheran. Iran menegaskan kapal-kapal yang mematikan sistem pelacakan saat melintas di Selat Hormuz dan kawasan Teluk akan menghadapi tindakan tegas.
Insiden ini terjadi di tengah situasi keamanan yang memburuk setelah Iran secara efektif memberlakukan pembatasan ketat di Selat Hormuz menyusul konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan Israel yang meletus pada akhir Februari lalu.
Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia. Sebagian besar ekspor energi dari negara-negara Teluk bergantung pada jalur sempit tersebut sebelum dikirim ke berbagai negara tujuan.
Yang mengejutkan, peristiwa ini bukan kejadian pertama dalam beberapa hari terakhir. Sehari sebelumnya, IRGC juga mengumumkan dua kapal tanker minyak lainnya terbakar setelah menabrak ranjau laut di kawasan yang sama.
Komandan Angkatan Laut IRGC, Laksamana Ali Ozmaei, bahkan telah memperingatkan bahwa kapal apa pun yang mematikan sistem navigasi dan identifikasinya akan dianggap sebagai pihak “bermusuhan”.
Rangkaian insiden tersebut semakin meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap keamanan Selat Hormuz. Setiap gangguan di jalur ini berpotensi memicu gejolak pasar energi global dan memperburuk ketegangan geopolitik yang sudah berada di titik rawan. (Mun)
-
Berita20/10/2026 07:00 WIBBahlil Bantah Kuota BBM Dipangkas
-
JABODETABEK20/10/2026 06:30 WIBIni Jadwal SIM Keliling Jakarta 20 Oktober
-
RAGAM19/10/2026 22:00 WIBSiap-Siap! Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Terjadi 2027
-
JABODETABEK20/10/2026 05:30 WIBBMKG Bongkar Panas Ekstrem Intai Jakarta
-
NASIONAL20/10/2026 06:00 WIBHabiburokhman: RUU Perampasan Aset Rawan Dibajak Jadi Alat Gebuk Lawan Politik
-
POLITIK20/10/2026 09:00 WIBDPR Panggil KPU-Bawaslu soal PKPU
-
OASE20/10/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Bicara Air dan Kehidupan
-
EKBIS20/10/2026 17:00 WIBEkonom Ingatkan Bahaya Reputasi Indonesia di Mata Investor Global

















