Connect with us

RAGAM

Memperlambat Penuaan Pada Wanita, Inilah Manfaat Gula

Aktualitas.id -

Ilustrasi: Gula pasir/gula putih. (iStock)

AKTUALITAS.ID – Gula, atau glukosa, adalah bahan bakar untuk otak; kekurangan gula membuat kita merasa linglung dan mudah tersinggung. Energi yang dihasilkan oleh gula membantu tubuh untuk melakukan fungsi metabolisme dengan baik, termasuk menjaga kolagen untuk kesehatan kulit.

Ahli Gizi Athena Connell menekankan bahwa gula merupakan salah satu zat yang bermanfaat untuk memperlambat penuaan pada wanita, meski sering disalahpahami dalam bidang kesehatan.

“Gula selalu digambarkan sebagai akar penyebab penyakit. Tetapi menurut saya, anti-gula adalah anti-kehidupan, terutama pada tubuh wanita, pada mereka yang ingin subur, tenang, sehat, dan cantik,” kata Athena dalam siaran Hindustan Times, Senin (30/3/2026).

Athena melalui sebuah unggahan di Instagram pada 21 Maret lalu menjelaskan bahwa sebagian besar saran kesehatan dan perawatan kulit wanita pada umumnya berkisar pada pengurangan jumlah gula dalam diet sehari-hari dan penambahan bubuk kolagen yang keduanya kompleks dan mahal.

Namun, hasil dari perubahan tersebut hampir tidak alami. Hal ini karena kolagen bukanlah senyawa yang dapat dikonsumsi begitu saja dan langsung merasakan manfaatnya. Kolagen adalah jenis protein yang dibutuhkan tubuh untuk terus membangun dan memeliharanya.

“Kolagen bukanlah sesuatu yang Anda ‘tambahkan’ dengan menambahkannya ke kopi anda. Ini adalah sesuatu yang dibutuhkan tubuh anda untuk terus mensintesisnya dari bahan baku. Untuk melakukan ini, tubuh membutuhkan ATP (energi), ATP tidak ditemukan dalam bubuk kolagen karena terutama terbuat dari glukosa, alias gula,” katanya.

Dia menjelaskan gula adalah salah satu sinyal utama yang memberi tahu tubuh bahwa cukup aman untuk rileks, memperbaiki, membangun kembali, dan memproduksi ATP secara efisien. Ketika glukosa tidak tersedia, tubuh meningkatkan ketergantungannya pada hormon stres seperti kortisol dan adrenalin untuk menjaga aliran energi.

“Tanpa gula, tubuh tidak dapat menggunakan atau mempertahankan kolagen. Diet rendah gula dalam jangka waktu lama menjadi katabolik, yang berarti tubuh memecah jaringannya sendiri untuk bahan bakar dan menggeser tubuh ke keadaan energi rendah, menjauh dari perbaikan dan regenerasi,” katanya.

Dalam keadaan energi rendah, tubuh mulai memecah kulit alih-alih memperbaikinya. Oleh karena itu, kolagen yang mungkin ditambahkan seseorang ke dalam diet mereka tidak akan memberikan efek yang diinginkan, karena asam amino di dalamnya akan dialihkan untuk mempertahankan energi.

“Kulit sehat bukan hanya tentang memiliki ‘kolagen’ dalam diet anda. Ini tentang memiliki cukup energi untuk membuat kolagen tersedia bagi rambut, kulit, dan kuku anda, untuk melindungi dan memeliharanya. Ini dimulai dengan gula,” kata dia.

(Purnomo/goeh)

TRENDING