POLITIK
MK Hapus Presidential Threshold, PAN: Kesempatan Emas untuk Pemimpin Baru di Pilpres
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, menyambut positif putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menghapuskan ketentuan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold). Menurutnya, keputusan ini membuka peluang bagi seluruh anak bangsa yang memiliki kemampuan untuk bersaing dalam pemilihan presiden (pilpres) mendatang.
“Putusan ini memberikan kesempatan bagi setiap individu yang mampu, untuk diusung oleh partai politik, dan maju dalam kontestasi pilpres,” ujar Eddy dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (3/1/2025).
Eddy menekankan bahwa keputusan MK selaras dengan aspirasi PAN sejak awal yang menginginkan penurunan ambang batas presidential threshold, bahkan hingga nol persen. Dia merasa bahwa langkah ini merupakan penguatan terhadap prinsip demokrasi Indonesia yang seharusnya memberikan peluang yang lebih luas bagi partai politik untuk mengusung calon-calon terbaik.
Sebelumnya, MK memutuskan untuk menghapus ketentuan ambang batas dalam Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Ketua MK, Suhartoyo, menyampaikan bahwa ketentuan ini dianggap bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Penghapusan ini dianggap perlu karena ambang batas tersebut dapat menutup hak konstitusional partai politik yang tidak memiliki persentase suara sah secara nasional.
Lebih lanjut, MK mengingatkan bahwa sistem pemilu presiden cenderung hanya diikuti oleh dua pasangan calon. Hal ini bisa berpotensi menimbulkan polarisasi di masyarakat, yang dapat mengancam keutuhan bangsa apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, MK menilai bahwa keberadaan presidential threshold tidak hanya melanggar hak politik masyarakat, tetapi juga bertentangan dengan prinsip keadilan dan moralitas yang harus dijunjung tinggi dalam berdemokrasi.
Dengan dihapuskannya ketentuan tersebut, PAN optimis bahwa fase baru dalam politik Indonesia akan dimulai, membuka kesempatan bagi pemimpin-pemimpin baru yang lebih beragam untuk muncul di panggung politik nasional. (Yan Kusuma)
-
NASIONAL10/09/2026 17:00 WIB5 Jurnalis Hilang, DPR Minta SOP Liputan Diperketat
-
DUNIA10/09/2026 18:00 WIBTrump: Perang Iran Akan Berakhir Setelah Pemilu
-
NASIONAL11/09/2026 10:00 WIBKetum BM PAN Doakan 5 Jurnalis Hilang Segera Ditemukan
-
RIAU10/09/2026 22:00 WIB65 Kg Sabu Asal Malaysia Digagalkan di Bengkalis
-
EKBIS11/09/2026 09:15 WIBIHSG Anjlok Nyaris 2% di Awal Perdagangan
-
RIAU11/09/2026 09:45 WIBTinjau Karhutla Pelalawan, Aslog Kapolri Siapkan Formulasi Pemadaman Gambut
-
NASIONAL11/09/2026 10:15 WIBMaruarar Sirait: Buku Industri Properti 8% Jadi Referensi Program 3 Juta Rumah
-
POLITIK10/09/2026 16:00 WIBPDIP Santai Hadapi Wacana Pemakzulan Masinton

















