DUNIA
Armada Bantuan Gaza Dicegat Israel, Greta Thunberg dan Aktivis Lainnya Ditahan
AKTUALITAS.ID – Angkatan Laut Israel dilaporkan telah mencegat dan menahan seluruh kapal yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla, sebuah armada internasional yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza. Pencegatan ini mengakhiri upaya puluhan aktivis dan politisi menembus blokade Israel di wilayah Palestina yang dilanda kelaparan parah.
Salah satu figur publik yang ikut dalam misi ini adalah aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg. Kapal yang ditumpangi Thunberg termasuk di antara kapal yang dicegat pada Kamis (2/10/2025) dini hari.
Menurut laporan dari pihak armada, pencegatan terjadi sekitar pukul 20.30 waktu Gaza (17.30 GMT). Armada tersebut menegaskan bahwa beberapa kapal, termasuk Alma, Sirius, dan Adara, “dicegat dan dinaiki secara ilegal oleh pasukan pendudukan Israel di perairan internasional.”
Klaim Israel dan Penahanan Massal
Kementerian Luar Negeri Israel mengonfirmasi penahanan tersebut melalui media sosial X. Mereka menyebutkan “beberapa kapal dari armada telah dihentikan dengan selamat dan penumpangnya sedang dipindahkan ke pelabuhan Israel”. Kementerian bahkan mengunggah video yang memperlihatkan Thunberg, sambil memastikan: “Greta dan teman-temannya selamat dan sehat.”
Namun, pihak armada dan peserta aksi memiliki narasi yang berbeda. Rima Hassan, anggota Parlemen Eropa keturunan Prancis-Palestina, mengecam tindakan tersebut, menyatakan bahwa “ratusan” orang “telah ditangkap secara ilegal dan ditahan secara sewenang-wenang oleh Israel”. Pihak Global Sumud Flotilla menyebut aksi Israel sebagai “kejahatan pembajakan dan terorisme maritim”, terutama karena pencegatan terjadi di perairan internasional.
Mereka berdalih, yang ilegal bukanlah armada yang membawa bantuan tersebut, melainkan “genosida Israel, blokade ilegal Israel terhadap Gaza, dan penggunaan kelaparan oleh Israel sebagai senjata.”
Sebelum insiden ini, negara-negara seperti Spanyol dan Italia, yang memiliki pengawal angkatan laut di wilayah tersebut, telah mendesak kapal-kapal untuk menghentikan pelayaran sebelum memasuki zona eksklusif yang diklaim Israel di lepas pantai Gaza. (Mun)
-
NASIONAL30/01/2026 23:00 WIBVonis Berbeda untuk 25 Terdakwa Kasus Demo Agustus
-
JABODETABEK31/01/2026 07:30 WIBDaftar 29 RT yang Masih Terendam di Jakarta per 31 Januari 2026
-
JABODETABEK31/01/2026 05:30 WIBBMKG Peringatkan Potensi Hujan Petir di Jakarta Sabtu 31 Januari
-
DUNIA31/01/2026 08:00 WIBAncam Gempur Habis-habisan, Trump Beri 2 Ultimatum Keras ke Iran
-
POLITIK31/01/2026 14:47 WIBPartai Gema Bangsa: Ambang Batas Tinggi Hilangkan Keterwakilan Suara Pemilih
-
NUSANTARA30/01/2026 22:00 WIBGara-gara Tanya Gaji, 4 TKA China di Kolaka Keroyok Pekerja Lokal hingga Luka-Luka
-
NUSANTARA31/01/2026 06:30 WIBPolres Boyolali Tangkap Perampok Sadis yang Tewaskan Bocah 6 Tahun dalam Kurang dari 24 Jam
-
POLITIK31/01/2026 07:00 WIBJokowi: Prabowo-Gibran Akan Terus Mendukung Dua Periode

















