DUNIA
Iran Mengancam Serangan Balasan atas Tuduhan AS
AKTUALITAS.ID – Pemerintah Iran melontarkan ancaman akan meluncurkan serangan antisipasi setelah menuding Amerika Serikat (AS) berada di balik upaya memanas-manasi demonstrasi besar-besaran di Teheran yang berlangsung sejak akhir Desember lalu.
Pernyataan keras tersebut disampaikan oleh Sekretariat Dewan Pertahanan Tertinggi Iran pada Selasa (6/1/2026). Dalam pernyataannya, otoritas Iran menegaskan bahwa keamanan nasional, kemerdekaan, dan integritas teritorial Iran merupakan garis merah yang tidak dapat ditawar.
“Iran tidak akan mentoleransi segala bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan dan stabilitas nasional,” demikian pernyataan resmi lembaga tersebut.
Sekretariat Dewan Pertahanan Tertinggi Iran juga menegaskan bahwa setiap tindakan agresi atau permusuhan yang ditujukan kepada Teheran akan ditanggapi secara tegas dan proporsional.
“Dalam kerangka bela diri yang sah, Iran tidak membatasi diri semata-mata untuk merespons tindakan yang telah dilakukan,” demikian dikutip dari laporan kantor berita Mehr News.
Iran diketahui tengah menghadapi gelombang demonstrasi besar sejak 28 Desember. Unjuk rasa tersebut berujung pada bentrokan antara aparat keamanan dan warga sipil. Hingga kini, sedikitnya 36 orang dilaporkan tewas dalam rangkaian kerusuhan tersebut.
Situasi itu turut menarik perhatian internasional. Presiden AS Donald Trump bahkan menyatakan Washington siap turun tangan apabila otoritas Iran dianggap menyakiti warganya.
Namun, pernyataan tersebut justru memicu reaksi keras dari Teheran. Pada Rabu (7/1), Kementerian Luar Negeri Iran menilai AS tidak benar-benar peduli terhadap kondisi rakyat Iran, melainkan berupaya mengintervensi urusan domestik negara tersebut.
Menurut Kemlu Iran, terdapat indikasi kuat adanya campur tangan asing yang bertujuan menciptakan ketidakstabilan dan ketidakamanan di dalam negeri.
Dalam pernyataan yang dilaporkan media Iran Fars, Kementerian Luar Negeri Iran menuding Washington menjalankan berbagai bentuk tekanan terhadap Teheran.
“Tindakan AS melampaui tekanan ekonomi dan mencakup perang psikologis, kampanye media, misinformasi, ancaman intervensi militer, serta hasutan terhadap kekerasan dan terorisme,” demikian pernyataan Kemlu Iran.
Iran menilai langkah-langkah tersebut bertentangan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), hukum internasional, serta prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM) yang diakui secara global.
Oleh karena itu, Iran menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengecam tindakan yang disebutnya sebagai langkah ilegal dan sepihak Amerika Serikat.
Kemlu Iran menegaskan bahwa intervensi semacam itu tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat Iran dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.
Ancaman serangan antisipasi yang disampaikan Teheran pun menambah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, di tengah meningkatnya sorotan dunia terhadap dinamika hubungan Iran dan Amerika Serikat. (Mun)
-
DUNIA27/01/2026 15:00 WIBKapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Kemlu Iran: Agresi Washington Akan Berakhir Menyakitkan
-
JABODETABEK27/01/2026 16:00 WIBSoal Penangkapan Pedagang Es Gabus, Anggota TNI-Polri Beri Klarifikasi
-
NUSANTARA27/01/2026 18:30 WIBPenyeludupan 70 Ton Daging Beku dari Singapura Berhasil Digagalkan
-
RAGAM27/01/2026 14:30 WIBWaspada! 14 Wilayah di Indonesia Terancam Gempa Megathrust
-
POLITIK27/01/2026 17:30 WIB9 Nama Disetujui Jadi Anggota Ombudsman 2026-2031, Dalam Rapat Paripurna DPR RI
-
RAGAM27/01/2026 19:00 WIBTom Cruise Kembali ke AS Usai Beberapa Tahun Tinggal di Inggris
-
NASIONAL27/01/2026 18:00 WIBAwas! Jangan Coba-coba Konsumsi Gas Tertawa “Whip Pink”
-
JABODETABEK27/01/2026 13:30 WIBJakarta Siaga Cuaca Ekstrem sampai 1 Februari 2026, Ini Imbauan BPBD

















