DUNIA
Buntut Rilis ‘Epstein Files’, Keluarga Clinton Tantang Partai Republik Buka Kesaksian ke Publik
AKTUALITA.ID – Mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, beserta istrinya, Hillary Clinton, melontarkan tantangan keras kepada Komite Pengawas DPR AS yang dipimpin Partai Republik. Keduanya meminta agar kesaksian mereka terkait hubungan dengan mendiang predator seks Jeffrey Epstein dilakukan dalam sidang terbuka untuk umum.
Langkah ini diambil keluarga Clinton untuk mencegah potensi politisasi dan distorsi informasi yang mungkin muncul jika pemeriksaan dilakukan secara tertutup.
Melalui akun X miliknya pada Jumat (7/2/2026), Bill Clinton menegaskan bahwa dirinya ingin proses ini berjalan transparan. Ia menyamakan pemeriksaan tertutup dengan Kangaroo Court atau pengadilan yang mengabaikan standar hukum dan keadilan.
“Mari kita hentikan permainan ini dan lakukan dengan cara yang benar, yakni dalam sidang terbuka untuk umum,” ujar politikus Partai Demokrat tersebut.
Senada dengan sang suami, Hillary Clinton menyatakan bahwa mereka telah bersikap kooperatif dengan menyampaikan apa yang mereka ketahui kepada komite. “Jika kalian ingin perselisihan ini… mari kita lakukan di depan umum,” tegas Hillary.
Tekanan terhadap keluarga Clinton kembali mencuat setelah Departemen Kehakiman merilis kumpulan terbaru Epstein Files pekan lalu. Berkas tersebut mencakup lebih dari tiga juta dokumen, foto, dan video terkait jaringan perdagangan seks internasional Epstein yang tewas bunuh diri di tahanan pada 2019.
Meskipun nama Bill Clinton sering muncul dalam dokumen tersebut, hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan keterlibatan keluarga Clinton dalam aktivitas kriminal. Bill Clinton mengakui pernah menggunakan pesawat Epstein untuk urusan kemanusiaan Clinton Foundation di awal 2000-an, namun ia membantah keras pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein di Little Saint James.
Sementara itu, Hillary Clinton secara tegas menyatakan tidak pernah berinteraksi secara berarti dengan Epstein, tidak pernah menaiki pesawatnya, apalagi menginjakkan kaki di pulau tersebut.
Pihak Demokrat menuding penyelidikan yang dilakukan Komite Pengawas DPR AS saat ini cenderung beraroma politis untuk menyerang lawan politik Donald Trump. Mereka menyoroti bahwa Donald Trump, yang juga dikenal sebagai kenalan lama Epstein, justru belum dipanggil untuk memberikan kesaksian.
Pihak Republik sebelumnya sempat mengancam akan mengeluarkan mosi tidak percaya jika keluarga Clinton mangkir. Namun, dengan permintaan sidang terbuka ini, bola panas kini berada di tangan Komite Pengawas untuk menentukan apakah rakyat AS akan melihat kesaksian tersebut secara langsung atau tidak.
Pulau pribadi Epstein diduga menjadi pusat pelecehan seksual terhadap gadis di bawah umur yang melibatkan tokoh politik, pebisnis, hingga selebritas dunia. Penyelidikan terus berfokus untuk mengungkap sejauh mana para tokoh elite ini mengetahui atau terlibat dalam aktivitas gelap di sana. (Mun)
-
JABODETABEK22/02/2026 14:30 WIBPencuri Kambing di Bogor: Dijagal di Tempat dan Sisakan Jeroan
-
NUSANTARA22/02/2026 10:30 WIBHina Nabi Muhammad di TikTok, Pria Asal Aceh Ditangkap Polisi
-
DUNIA22/02/2026 08:00 WIBHamas Buka Ruang untuk ISF di Gaza Asal Ada Syarat Tegas
-
NUSANTARA22/02/2026 12:30 WIBPolres Taput Ringkus Dua Pengedar Sabu dan Ganja di Dua Lokasi Berbeda
-
NASIONAL22/02/2026 14:00 WIBKemenag Pastikan Dana Zakat Tidak Digunakan untuk Makan Bergizi Gratis
-
DUNIA22/02/2026 12:00 WIBDi Ambang Perang, Trump Pertimbangkan Opsi Militer Singkirkan Khamenei
-
RAGAM22/02/2026 13:30 WIBAsal-usul Batu Hajar Aswad Menurut Penelitian Sains dan Ahli Geologi
-
OASE22/02/2026 05:00 WIB5 Hal yang Membatalkan Puasa di Bulan Ramadan

















