Connect with us

DUNIA

Panas! Menlu Iran Abbas Araghchi Tegaskan Tak Bisa Didikte AS Meski USS Abraham Lincoln Siaga

Aktualitas.id -

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi. (Xinhua)

AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Teheran dan Washington kembali memuncak. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya tidak akan menghentikan program pengayaan uraniumnya dalam proses negosiasi dengan Amerika Serikat (AS), bahkan jika ancaman perang menjadi taruhannya.

Pernyataan keras ini muncul di tengah berlangsungnya kembali perundingan antara kedua negara di Oman yang dimulai sejak Jumat (6/2/2026). Araghchi menyatakan bahwa kedaulatan teknologi Iran bukanlah sesuatu yang bisa didikte oleh kekuatan asing.

“Mengapa kami begitu bersikeras pada pengayaan dan menolak untuk menyerahkannya, bahkan jika perang dipaksakan kepada kami? Karena tidak ada yang berhak mendikte perilaku kami,” tegas Araghchi kepada media, Minggu (8/2/2026).

Iran juga menanggapi dingin kehadiran militer AS di kawasan tersebut, termasuk pengerahan kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab. Araghchi menyebut pengerahan kekuatan militer tersebut sama sekali tidak mengintimidasi posisi tawar Teheran.

“Pengerahan militer mereka di kawasan ini tidak menakut-nakuti kami,” imbuhnya, seraya meragukan keseriusan pihak Gedung Putih dalam mencapai kesepakatan yang adil.

Dalam negosiasi di Oman, fokus utama Iran adalah pencabutan sanksi ekonomi yang telah melumpuhkan ekonomi negara tersebut selama bertahun-tahun. Sebagai imbalan, Iran menawarkan “langkah-langkah membangun kepercayaan” terkait program nuklirnya, namun tetap bersikeras pada hak mereka untuk melakukan pengayaan uranium.

Meskipun Barat dan Israel khawatir Iran tengah membangun bom nuklir, Teheran secara konsisten membantah tuduhan tersebut.

“Mereka takut akan bom atom kami, padahal kami tidak sedang mencarinya. Bom atom kami adalah kekuatan untuk mengatakan ‘tidak’ kepada kekuatan-kekuatan besar,” tutur Araghchi dengan nada diplomatis namun tajam.

Hingga berita ini diturunkan, perundingan di Oman masih terus dipantau oleh komunitas internasional, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap stabilitas keamanan di Timur Tengah dan pasar energi global. (Mun)

TRENDING