NASIONAL
Menaker Yassierli Minta BLK Tidak Hanya Latih, Tapi Pastikan Lulusannya Bekerja
AKTUALITAS.ID – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan Balai Latihan Kerja (BLK) tidak boleh berhenti pada proses pelatihan dan penerbitan sertifikat. BLK diminta memastikan peserta pelatihan benar-benar memiliki akses ke dunia kerja melalui penguatan penempatan kerja dan jejaring dengan dunia usaha.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat saat ini sederhana, yakni pelatihan yang berujung pada peluang kerja nyata. Oleh karena itu, BLK harus mengambil peran lebih luas, tidak hanya sebagai tempat belajar keterampilan, tetapi juga sebagai pintu masuk ke dunia kerja agar kompetensi yang dimiliki peserta tidak berhenti di ruang kelas.
“Kita harus berupaya semaksimal mungkin menjadikan fungsi BLK ini, sebagaimana fungsi BLK milik Kemnaker antara lain sebagai pusat pelatihan vokasi, pusat inovasi, pusat kewirausahaan, dan pusat pengembangan produktivitas. Kalau kita sudah memposisikan BLK seperti empat fungsi itu, artinya kita sudah melangkah di jalur yang tepat,” kata Yassierli kepada Aktualitas.id, Selasa (10/2/2026).
Yassierli menjelaskan, integrasi antara pelatihan dan penempatan kerja telah diterapkan di BLK Kementerian Ketenagakerjaan. Hasilnya, tingkat penempatan lulusan BLK Kemnaker mencapai sekitar 70 persen, didorong oleh kesesuaian antara materi pelatihan dan kebutuhan pasar kerja.
Model tersebut, menurut Yassierli, dapat diterapkan di BLK milik pemerintah daerah agar manfaat pelatihan benar-benar dirasakan masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran Dinas Ketenagakerjaan, termasuk fungsi pengantar kerja, untuk mengawal lulusan agar tidak berjalan sendiri setelah pelatihan selesai.
“Jadi 70 persen yang dilatih kita fasilitasi sampai kita hantarkan sampai ke tempat kerja. Makanya di Dinas ketenagakerjaan ada fungsi pengantar kerja, mereka yang harus mengawal. Balai juga harus punya kolaborasi network jejaring dengan industri,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Yassierli juga menyampaikan bahwa PBK di BLK Lahat merupakan pelatihan yang didanai melalui hibah APBN sebanyak tujuh paket. Ia berharap dana hibah tersebut dapat dioptimalkan untuk memperkuat kapasitas pelatihan sekaligus menjadi dasar pengembangan program pelatihan selanjutnya.
Ke depan, Menaker berharap pelatihan di BLK Lahat dapat terus berlanjut dalam beberapa gelombang.
“Nanti kita akan melanjutkan dengan batch ke-2, batch ke-3, batch ke-4. Dan sekali lagi kita ingin SDM-SDM di Kabupaten Lahat ini muncul, hadir menjadi calon-calon SDM terbaik bangsa di masa yang akan datang,” pungkas Yassierli. (Purnomo)
-
RAGAM13/05/2026 13:30 WIBHantavirus Bisa Bikin Gagal Napas Akut
-
POLITIK12/05/2026 21:30 WIBEnam Poin Krusial Hasil Forum Strategis Papua: Dari Revisi PMK hingga Sekretariat Bersama
-
JABODETABEK13/05/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Jakarta Diguyur Hujan Rabu Ini
-
NUSANTARA13/05/2026 00:01 WIBSejumlah Senjata dan Puluhan Butir Amunisi Berhasil Diamankan Tim Patroli Pengintaian Koops TNI Habema
-
EKBIS12/05/2026 23:30 WIBPertamina: MT Balongan Jadi Kunci Penguatan Distribusi Energi
-
NASIONAL13/05/2026 06:00 WIBKetua DPR RI Puan Perintahkan Investigasi Pembubaran Nobar Pesta Babi
-
POLITIK13/05/2026 13:00 WIBRevisi UU Pemilu Diperingatkan Jangan Jadi Alat Konsolidasi Kekuasaan
-
JABODETABEK13/05/2026 07:30 WIBPolda Metro Buka SIM Keliling di 5 Titik Jakarta

















