EKBIS
Rupiah Menguat Lagi Hari Ini ke Rp16.790 per Dolar AS
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat pada perdagangan Selasa (10/2/2026). Penguatan rupiah didorong oleh meredanya ketegangan geopolitik global serta sikap wait and see pelaku pasar menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.08 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot tercatat menguat 15 poin atau 0,09 persen ke level Rp16.790 per dolar AS. Di saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) terpantau menguat tipis 0,17 persen ke level 96,97.
Rupiah dibuka menguat sejak awal perdagangan pagi ini. Data Bloomberg mencatat, rupiah terapresiasi 0,04 persen atau 7 poin ke posisi Rp16.798 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS naik terbatas 0,11 persen ke level 96,91.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan nilai tukar rupiah hari ini masih berpeluang ditutup menguat. Ia memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp16.760 hingga Rp16.800 per dolar AS.
“Sentimen global dan domestik masih relatif kondusif, sehingga rupiah berpotensi melanjutkan penguatan,” ujar Ibrahim.
Pada perdagangan sebelumnya, Senin (9/2/2026), rupiah ditutup menguat signifikan 71 poin ke level Rp16.805 per dolar AS, sekaligus mematahkan tren pelemahan yang terjadi beberapa hari sebelumnya.
Mengacu data Refinitiv, rupiah pagi ini dibuka di posisi Rp16.770 per dolar AS atau menguat 0,15 persen. Sementara indeks dolar AS DXY pada pukul 09.00 WIB menguat tipis 0,10 persen di level 96,964, meski pada perdagangan sebelumnya sempat melemah 0,83 persen.
Pergerakan rupiah masih dipengaruhi dinamika dolar AS di pasar global. Tekanan terhadap greenback meningkat seiring aksi jual aset berdenominasi dolar, menyusul laporan bahwa regulator China mengimbau lembaga keuangan menahan laju kepemilikan surat utang pemerintah AS. Kondisi ini memicu kekhawatiran penurunan permintaan global terhadap aset dolar.
Tekanan terhadap dolar AS juga diperkuat pernyataan Direktur National Economic Council, Kevin Hassett, yang menyebut pasar perlu bersiap menghadapi angka ketenagakerjaan AS yang lebih rendah akibat perlambatan pertumbuhan populasi dan peningkatan produktivitas.
Di sisi lain, pelaku pasar masih mencermati peluang pelonggaran kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) tahun ini. Kontrak Fed funds futures mencerminkan probabilitas 17,8 persen untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed berikutnya pada 18 Maret, berdasarkan data CME Group FedWatch Tool.
Situasi ini membuat investor cenderung menahan posisi di dolar AS dan memberi ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang mayoritas menguat. Ringgit Malaysia memimpin penguatan dengan kenaikan 0,25 persen, disusul dolar Taiwan yang naik 0,15 persen, yuan China menguat 0,13 persen, dan baht Thailand naik 0,11 persen.
Sementara itu, yen Jepang menguat 0,09 persen, diikuti dolar Singapura dan won Korea Selatan yang masing-masing naik 0,02 persen. Adapun dolar Hong Kong menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah turun 0,02 persen, disusul peso Filipina yang melemah tipis 0,01 persen.
Dengan sentimen global yang relatif mereda, rupiah masih berpeluang mempertahankan tren penguatan sepanjang perdagangan hari ini. (Firmansyah/Mun)
-
EKBIS10/02/2026 11:30 WIBLanjut Naik! Cek Tabel Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 10 Februari 2026
-
RAGAM10/02/2026 15:30 WIBLibur Panjang! Ini Kalender Libur Awal Ramadan dan Idulfitri 2026 untuk Siswa SD-SMA
-
NASIONAL10/02/2026 11:00 WIBRibuan Pasukan TNI AD Siap Berangkat ke Gaza untuk Misi Perdamaian
-
RIAU10/02/2026 19:30 WIBKasus Gajah Mati di Konsesi PT RAPP Estate Ukui, Begini Penjelasan Kapolres Pelalawan
-
RAGAM10/02/2026 13:30 WIBBukan Cuma Hujan, Peneliti BRIN Ungkap 3 Penyebab Utama Jakarta Sering Banjir
-
NASIONAL10/02/2026 10:00 WIBDKPP Beri Sanksi Pemberhentian Tetap kepada 3 Anggota KPU
-
DUNIA10/02/2026 08:00 WIBMenteri Israel Perluas Penjajahan di Tepi Barat, Hamas Serukan Pemberontakan
-
POLITIK10/02/2026 14:00 WIBRespons Wacana Zulhas di Pilpres 2029, Sekjen PSI: Cawapres Urusan Pak Prabowo

















