Berita
Populer di Google Store, CamScanner Berisi Trojan Berbahaya
pengembang CamScanner mungkin tidak mengetahui keberadaan malware di aplikasi mereka.
AKTUALITAS.ID – CamScanner merupakan aplikasi populer di Google Play Store. Tapi kalau Anda menjadi salah satu pengunduhnya, maka segeralah hapus ‘instalan’ tersebut.
Menurut para peneliti di Kaspersky Labs, aplikasi tersebut pada kenyataannya mengandung malware, tepatnya trojan berbahaya. Menurut Igor Golovin dan Anton Kivva dari Kaspersky, CamScanner sebenarnya aplikasi yang tidak berbahaya selama bertahun-tahun.
Namun belakangan ini, salah satu paket iklan berisi pustaka dengan diam-diam mengambil dan menjalankan spyware. Bersamaan dengan malware lain, termasuk trojan yang dikenal sebagai Necro.n. Yang disebut terakhir sebenarnya tidak melakukan aktivitas jahat sendiri.
Seperti memata-matai pengguna atau pengumpulan data, tapi akan bertindak sebagai pengunduh untuk modul lain yang kemudian melakukan pekerjaan kotor.
“Produk-produk Kaspersky mendeteksi modul ini sebagai Trojan-Dropper.AndroidOS.Necro.n, yang telah kami amati di beberapa aplikasi yang sudah diinstal sebelumnya pada handphone pintar China. Seperti namanya, modul ini adalah Dropper Trojan.
Itu berarti modul mengekstrak dan menjalankan modul jahat lainnya dari file terenkripsi yang disertakan dalam sumber daya aplikasi. Malware yang ‘dijatuhkan’ ini, pada gilirannya, adalah Pengunduh Trojan yang mengunduh lebih banyak modul jahat bergantung pada apa yang sedang dibuat pembuatnya saat ini,” kata para peneliti Kaspersky seperti disitat dari laman Giz China.
Menurut Kaspersky, pengembang CamScanner bahkan mungkin tidak mengetahui keberadaan malware di aplikasi mereka. Peneliti Kaspersky memeriksa versi terbaru aplikasi dan menemukan modul jahat di sana. Kemudian mereka melaporkan temuan mereka ke Google. Lalu aplikasi tersebut segera dihapus dari Google Play.
Perlu disebutkan, baru-baru ini, skandal baru untuk Google dan Android tentang penggunaan data pribadi telah muncul. Lebih dari 1.000 aplikasi telah berhasil menghindari larangan akses ke data tertentu untuk memanennya. Jadi tak salahnya jika para pemilik handphone berbasis Android untuk berhati-hati memilih aplikasi di Google Play Store.
-
JABODETABEK06/05/2026 06:30 WIBTNI AD Pastikan Proses Hukum Oknum Perusak Warung
-
RIAU06/05/2026 11:15 WIB100 Ton Arang Bakau Disita, Polda Riau Bongkar Perusakan Mangrove di Meranti
-
POLITIK06/05/2026 06:00 WIBAlasan Demi Selamatkan Partai, Ade Armando Mundur dari PSI
-
FOTO06/05/2026 06:51 WIBFOTO: Defisit APBN Melebar 0,93 Persen, Menkeu Purbaya Sebut Masih Terkendali
-
EKBIS06/05/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Melonjak Rp30.000 Hari Ini
-
NASIONAL06/05/2026 13:00 WIBDPR Pertanyakan Legalitas TNI di Pembekalan LPDP
-
JABODETABEK06/05/2026 05:30 WIBBMKG: Hujan Ringan di Jakarta Sore Hari
-
NASIONAL06/05/2026 11:00 WIBGus Ipul: Isu Sepatu Rp700 Ribu Hoaks