Berita
Driver Ojol Wanita Rentan Terhadap Pelecehan Seksual
Jadi pelecehan seksual itu paling dominan walaupun ada beberapa kasus yang muncul percobaan perkosaan,”
AKTUALITAS.ID – Memasuki zaman emansipasi, membuat ruang-ruang yang biasa diisi laki-laki juga melibatkan perempuan, salah satunya jasa transportasi online. Namun peluang ekonomi digital tersebut nyatanya menyimpan hambatan yang membuat perempuan khawatir akan keselamatan dirinya.
Komisi Nasional Perempuan menyebut kekerasan terhadap perempuan masih menjadi pekerjaan rumah. Bahkan pada catatan tahunan kekerasan perempuan di 2019 tercatat dua kasus kekerasan seksual yang terjadi di transportasi online. Angka tersebut masuk dalam 406.178 kekerasan terhadap perempuan yang diadukan ke Komnas Perempuan.
“Yang paling sering terjadi (kekerasan perempuan di transportasi online) itu pelecehan seksual dan kekerasan seksual itu dari yang sekedar verbal ataupun lewat chat,” tutur Ketua Komnas Perempuan Azriana Manalu di Jakarta, Selasa (15/10).
Lebih lanjut Azriana juga menyoroti usai rentetan pelecehan seksual yang terjadi, salah satu layanan on deman berbasis aplikasi Grab menambahkan fitur yang bisa mencegah terjadinya tindakan pelecehan seksual dalam fitur Share My Ride, selfie authentication, uji kamera keamanan, hingga tombol darurat.
“Kemudian pernah ada masanya nomor telepon masih sering dihubungi setelah itu. Jadi pelecehan seksual itu paling dominan walaupun ada beberapa kasus yang muncul percobaan perkosaan,” tutur Azriana.
“Dari perbincangan dengan Grab yang rentan mengalami bukan hanya penumpang tetapi juga mitra pengemudi. Satu pengemudi bercerita waktu itu dia pengemudi roda empat bercerita bagaimana dia mengalami pelecehan oleh penumpang laki-laki dua orang. Dan dia bisa keluar dengan tombol darurat,” cerita Azriana.
Berangkat dari hal tersebut Azriana berharap setiap aplikator membangun sistem yang lebih komprehensif, terkait pencegahan dan penanganan kekerasan seksual yang terjadi.
“Buat komnas Perempuan yang terpenting adalah sistem perlindungan, karena tidak semua perempuan siap untuk melawan secara fisik untuk melawan pelaku, nggak semua orang dalam psikologis yang sama,” kata Azriana.
“Jadi sistem kita punya, kemudian apa yang perlu dilakukan untuk membuat sistem itu bekerja optimal. Mungkin (ilmu) bela diri menjadi salah satu perempuan lebih percaya diri boleh saja dilakukan, tetapi juga buat yang tidak memilih itu caranya tetap diberikan opsi yang lain,” sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama Grab juga berujar telah bekerjasama dengan Yayasan Pulih, sebuah organisasi nirlaba di Indonesia yang menyediakan konselor psikososial bagi para korban kekerasan seksual.
“Karena aman, kini mitra pengemudi dan penumpang selalu bisa mengejar berbagai hal yang berarti bagi mereka tanpa rasa ragu lagi,” kata Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi.
-
POLITIK08/10/2026 09:00 WIBKPU Angkat Bicara soal Syarat Pendidikan Gibran
-
POLITIK08/10/2026 09:15 WIBWawan Leak Desak Wapres Gibran Ditangkap dan Diadili
-
PAPUA TENGAH08/10/2026 06:00 WIBLolos Diskualifikasi Tapi Cacat Bukti, KPU Siapkan Aturan Baru
-
JABODETABEK08/10/2026 06:30 WIBAwas SIM Mati! Buruan Cek 5 Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini
-
NASIONAL08/10/2026 10:00 WIBDPR Ketok Biaya Haji 2027 Resmi Dipatok Rp98,4 Juta
-
OASE08/10/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Ungkap Sisi Lain Emas yang Jarang Disadari
-
DUNIA08/10/2026 12:00 WIBTrump: Tak Ada yang Tahu Siapa Pimpin Iran
-
NUSANTARA08/10/2026 14:30 WIBBMKG: Hujan Sangat Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah