Berita
Tak Punya Dokumen, Babinsa dan Imigrasi Amankan Dua WNA RRT
“Penangkapan dilakukan karena tidak memiliki dokumen lengkap sebagai tenaga kerja asing.
AKTUALITAS.ID – Dua orang warga negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) diamankan oleh Babinsa Cinta Rakyat, Koramil 13/PST Sertu Sunarto, Deli Serdang, Selasa (5/11). Kedua warga RRT itu diamankan karena bekerja tanpa memiliki dokumen lengkap.
Penangkapan itu dilakukan Sertu Sunarto bersama Inteldakim Kelas II Belawan Rio, Kades Cinta Rakyat Suhendro, Kadus X Nurman dan tokoh masyarakat Bundes.
Kedua warga RRT diamankan dari Jalan Turnamen Joyo, Dusun X, Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, tepatnya di pabrik walet yang sedang dibangun. Di pabrik itu, kedua warga asing ini bekerja sebagai teknik mesin lief.
“Penangkapan dilakukan karena tidak memiliki dokumen lengkap sebagai tenaga kerja asing. Sudah pernah disurati seminggu sebelum ini oleh pihak Imigrasi Belawan, namun belum ditanggapi,” kata Sertu Sunarto. .
Sambungnya, penangkapan ini dipimpin Kasi Inteldakim kelas II Belawan Rio bersama tim.
Awalnya warga asing ini bertahan di dalam mobil tidak mau keluar. Kemudian Babinsa mengadakan negoisasi langsung dengan pemilik pabrik. Akhirnya kedua warga RRT mau bicara dan keluar dari mobil. Kemudian mereka diserahkan ke pihak imigrasi dan dibawa ke kantor Imigrasi Belawan untuk diambil keterangan.
-
FOTO03/03/2026 21:00 WIBFOTO: Presiden Prabowo Pimpin Pemakaman Mantan Wapres Try Sutrisno
-
EKBIS03/03/2026 21:31 WIBAgresi AS-Israel ke Iran Ancam Selat Hormuz dan Bab el Mandeb, Ekonomi Dunia di Ujung Risiko
-
NUSANTARA03/03/2026 17:00 WIBMie dan Teri Berformalin Ditemukan BBPOM Serang
-
NASIONAL03/03/2026 10:15 WIBKPK Amankan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam Operasi Senyap
-
POLITIK03/03/2026 20:13 WIBBahas Geopolitik Global, Prabowo Undang Mantan Presiden ke Istana
-
EKBIS03/03/2026 16:30 WIBKolaborasi Riset Swasembada Energi, Kemdiktisaintek Gandeng MIND ID
-
EKBIS03/03/2026 11:30 WIBEmas Antam Melemah di Awal Maret 2026
-
NASIONAL03/03/2026 14:00 WIBEddy Ingatkan Risiko Harga Minyak Akibat Konflik Timur Tengah

















