DUNIA
Alireza Arafi Gantikan Sementara Khamenei
AKTUALITAS.ID – Iran menunjuk ulama senior, Alireza Arafi, untuk memimpin Dewan Kepemimpinan Sementara yang akan menjalankan tugas Pemimpin Tertinggi usai wafatnya Ali Khamenei.
Penunjukan tersebut diumumkan setelah Dewan Penilaian Kepentingan Nasional memilih Arafi sebagai anggota dewan sementara. Ia akan memimpin bersama Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei.
“Dewan Penilaian Kepentingan Nasional telah memilih Ayatollah Alireza Arafi sebagai anggota dewan kepemimpinan sementara,” ujar juru bicara dewan, Mohsen Dehnavi, seperti dilaporkan AFP, Minggu (1/3/2026).
Dewan Kepemimpinan Sementara akan menjalankan fungsi-fungsi penting negara hingga Majelis Ahli memilih pemimpin tertinggi permanen sesuai konstitusi Iran.
Transisi ini menjadi momen penting bagi Republik Islam Iran, menandai pergantian kepemimpinan tertinggi kedua sejak Revolusi Islam 1979. Stabilitas politik dan kohesi internal menjadi sorotan di tengah situasi geopolitik yang memanas.
Alireza Arafi lahir pada 1959 di Meybod, Provinsi Yazd. Ia berasal dari keluarga ulama dan menempuh pendidikan agama di Qom di bawah bimbingan sejumlah tokoh terkemuka.
Arafi meraih gelar mujtahid, yang memberinya otoritas mengeluarkan fatwa secara independen. Kariernya berkembang di bawah kepemimpinan Khamenei, termasuk dipercaya memimpin salat Jumat di Meybod dan Qom.
Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Universitas Internasional Al-Mustafa, lembaga pendidikan yang melatih ulama dari dalam dan luar Iran.
Pada 2019, Arafi diangkat sebagai anggota Dewan Penjaga, lembaga berpengaruh yang mengawasi legislasi dan proses pencalonan dalam pemilu Iran. Posisi tersebut menempatkannya dalam lingkaran elite ulama yang berperan penting dalam struktur kekuasaan negara.
Berdasarkan konstitusi, Pemimpin Tertinggi Iran harus seorang ulama Syiah senior yang dipilih oleh Majelis Ahli. Posisi Arafi di Dewan Penjaga serta kedekatannya dengan struktur keagamaan memberi pengaruh besar dalam proses suksesi.
Dalam sejumlah pernyataannya, Arafi menekankan pentingnya peran seminari dan ulama dalam kehidupan politik serta solidaritas terhadap kaum tertindas.
Meski memiliki kredibilitas tinggi di kalangan elite agama, Arafi dinilai tidak memiliki basis politik independen yang kuat. Hal ini berpotensi memengaruhi dinamika kepemimpinannya di tengah tekanan konflik eksternal dan tantangan internal Iran.
Perkembangan proses pemilihan pemimpin tertinggi Iran selanjutnya akan menjadi perhatian dunia di tengah situasi regional yang masih tegang. (Mun)
-
NASIONAL02/09/2026 13:00 WIBHerry Dermawan Sentil Harga Telur Rp21 Ribu
-
RIAU02/09/2026 13:15 WIBSiak Tuntas dan Kerumutan Empat Hari Tanpa Titik Api, Karhutla Riau Mulai Terkendali
-
EKBIS02/09/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Menguat 25 Poin ke 6.625
-
DUNIA02/09/2026 08:00 WIBKapal Perang Turki Diklaim Usir Kapal Israel di Mediterania
-
NUSANTARA02/09/2026 08:30 WIBKabut Asap Lumpuhkan Water Bombing di Palangka Raya
-
NASIONAL02/09/2026 10:00 WIBGus Kikin Percepat Susunan Pengurus Baru PBNU
-
Ekstra02/09/2026 10:30 WIBRupiah Jeblok ke Rp17.762 per Dolar AS
-
POLITIK02/09/2026 07:00 WIBWamendagri Bima Arya Sentil Risiko Pemilu Digital
















